|
SI BUDAK FRED DOUGLAS
Fred Douglas benar-benar memulai hidupnya tanpa apa-apa. Bahkan
dirinya bukan lagi miliknya pada saat masih dalam kandungan ibunya.
Sebagai anak budak belian, ia sudah dijadikan jaminan untuk melunasi
hutang majikan orang tuanya. Ia jarang bertemu ibunya kecuali pada
malam hari dimana ibunya harus berjalan sejauh dua belas kilometer
hanya untuk bertemu anaknya selama satu jam.
Ia tidak mempunyai kesempatan belajar, karena pada jaman itu, para
budak belian tidak diperbolehkan belajar menulis dan membaca. Namun,
tanpa diketahui siapa pun, ia belajar membaca dan menulis. Dalam
waktu singkat, ia sudah membuat malu teman-temannya yang berkulit
putih dalam hal pelajaran.
Pada usia 21 tahun, ia melarikan diri dari perbudakan dan bekerja
sebagai seorang pesuruh di New York dan New Bedford. Di Nantucket,
ia berpidato, mendesak dihapuskannya perbudakan. Kesan yang
ditimbulkannya sedemikian baik sehingga ia diangkat menjadi agen
Lembaga Anti Perbudakan di Massachussetts.
Sementara ia berpindah-pindah dari satu tempat ke tempat lainnya
untuk memberikan ceramah, ia tetap belajar. Ia kemudian dikirim ke
Eropa untuk berpidato dan menjalin persahabatan dengan beberapa
orang Inggris yang kemudian memberinya 750 dolar untuk menebus
kebebasannya sebagai seorang budak. Ia menerbitkan surat kabar di
Rochester dan kelak memimpin New Era di Washington. Bertahun-tahun
lamanya ia menjadi kepada District of Columbia dan bisa menandingi
setiap orang kulit putih mana pun. Apakah keadaan Anda lebih buruk
dari Fred Douglas pada waktu dilahirkan?
KISAH MICHAEL FARADAY
Di atas sebuah kandang kuda di London menetap seorang pemuda
melarat, Michael Faraday, yang tujuh tahun lamanya menjadi tukang
jilid dan penjual buku. Suatu hari, ketika ia sedang menjilid
Encyclopedia Brittanica, perhatiannya tertarik pada karangan tentang
listrik dan ia membacanya sampai habis. Ia membeli botol kecil,
panci tua, dan alat-alat sederhana lainnya untuk melakukan percobaan-
percobaan.
Salah seorang pembeli buku menaruh perhatian pada pemuda itu dan
mengajak ia mendengarkan ceramah tentang ilmu kimia oleh Sir Humphry
Davy. Faraday mengumpulkan semua keberaniannya dan menulis sepucuk
surat kepada sarjana besar itu.
Pada suatu malam, sebelum Michael tidur, kereta Sir Humphry berhenti
di depan rumahnya yang reyot itu. Seorang kurir memberikan undangan
kepada Faraday untuk berkunjung ke rumah sarjana itu. Michael hampir-
hampir tidak mempercayai hal itu. Esoknya, ia menerima usul Sir
Humphry Davy dan bekerja pada ahli kimia itu. Ia membersihkan alat-
alat laboratorium dan membawanya ke ruang kuliah.
Dengan penuh minat dan perhatian, ia mengikuti semua gerak-gerik
Davy saat yang disebut terakhir itu mengenakan topeng kaca dan
mengadakan percobaan-percobaan berbahaya dengan zat-zat yang bisa
meletus. Michael pun dengan rajin belajar dan melakukan percobaan-
percobaan.
Tak lama kemudian, pemuda miskin ini diminta untuk memberikan
ceramah di depan Lembaga Ilmu Alam Inggris dan diangkat menjadi
profesor di Akademi Kerajaan di Woolwich. Ia menjadi ahli ilmu alam
terbesar di jamannya. Apabila ada orang yang bertanya kepada Sir
Humphry Davy, apakah penemuannya yang terbesar, maka jawabannya
adalah: Michael Faraday.
GARFIELD DARI OHIO
Dalam sebuah gubuk di perbatasan Ohio hidup seorang janda melarat
bersama anak laki-lakinya yang berusia 18 bulan. Anak itu tumbuh
subur dan beberapa tahun kemudian, ia sudah harus menebangi kayu dan
menanami sejengkal tanah dalam hutan yang dimiliki ibunya.
Walau demikian, ia selalu menyediakan waktu untuk belajar. Setiap
jam ia gunakan untuk belajar dari buku-buku yang dipinjamnya karena
tidak mampu membelinya. Ketika berusia enambelas tahun, dengan
senang hati ia bekerja sebagai seorang pengembala keledai di
sepanjang kanal. Tak lama kemudian ia menerima pekerjaan baru
sebagai seorang tukang sapu dan membunyikan lonceng di sekolah untuk
membiayai sekolahnya.
Tahun pertama di Geanga Seminarie, ia cuma memperoleh 17 dolar. Lalu
ia bekerja pada seorang tukang kayu dengan bayaran 1 dolar seminggu.
Malam hari, bila sedang libur, ia bekerja lembur. Ia datang pada
hari Sabtu untuk menerima bayaran 1 dolar dan 2 sen. Musim dingin
selanjutnya ia mengajar dengan gaji 12 dolar.
Tak lama kemudian ia belajar di William College dan berhasil lulus
sebagai seorang dokter dengan gelar cum laude. Pada usia 26 tahun,
ia menjadi anggota Senat Amerika Serikat dan tujuh tahun kemudian
menjadi anggota Kongres.
James A. Garfield akhirnya menjadi Presiden Amerika Serikat.
Teladannya merupakan sumber inspirasi bagi siapa pun yang memulai
hidupnya dari dasar.
KISAH NAPOLEON
"Apakah mungkin untuk melewati jalan ini?" tanya Napoleon kepada
para insinyur yang dikirim untuk menyelediki terusan St. Bernard
yang menakutkan itu.
"Barangkali, bukannya tidak mungkin," jawab mereka dalam nada ragu-
ragu.
"Tempuh saja!" jawab Napoleon tanpa menghiraukan kesukaran-kesukaran
yang hampir tak teratasi. Inggris dan Austria menertawakan keputusan
Napoleon untuk menggerakkan tentara melintasi pegunungan Alpen. Tak
pernah ada orang yang bisa, apalagi dengan membawa 60.000 tentara,
dilengkapi dengan meriam- meriam besar, berpeti-peti peluru, dan
barang dalam jumlah besar.
Akan tetapi ketika tindakan yang 'mustahil' itu selesai, orang-orang
sekonyong- konyong tahu bahwa hal itu memang bisa dilakukan dari
dulu. Yang diperlukan hanyalah keberanian dan tekad seperti
Napoleon. Dia tidak pernah gentar menghadapi segala rintangan itu.
Dan ia mengambil kesempatan itu.
"MEREKA YANG BERHASIL ADALAH YANG MAMPU MEMBUAT SEBUAH PONDASI YANG
KOKOH DARI BATU BATA YANG DILEMPARKAN OLEH ORANG LAIN KEPADANYA".
|