Intersat Forum  


Go Back   Intersat Forum > Forum Bebas > Hikmah, Motivation and Inspired Story
Home Register Members List Calendar Kuis Search Today's Posts Mark Forums Read

Hikmah, Motivation and Inspired Story Kumpulan cerita dari berbagai sumber. Cerita atau kisah-kisah yang membangkitkan semangat hidup, motivasi, inspirasi, kebijakan, renungan, kata-kata bijak, cerita unik yang menarik, kisah teladan, kisah sukses dan lain-lain

Reply
 
LinkBack Thread Tools
  #1 (permalink)  
Old 06-13-2004, 10:34 PM
aan's Avatar
aan aan is offline
Senior Member
-: Master :--: Master :-
 
Join Date: May 2002
Location: Jl. Tentara Rakyat Mataram, Badran Yogyakarta
Posts: 868
Send a message via ICQ to aan Send a message via Yahoo to aan
Bibit Raja

Dahulu kala, ada seorang raja di daerah Timur yang sudah tua. Ia
menyadari bahwa sudah dekat saatnya ia mencari pewaris kerajaannya. Ia
tidak mewariskan kerajaannya itu kepada salah satu dari bawahannya
ataupun anaknya, tetapi ia memutuskan untuk melakukan sesuatu hal yang
berbeda.

Ia memanggil seluruh anak muda di seluruh kerajaannya. Ia berkata,
"Sudah saatnya bagiku untuk mengundurkan diri dan memilih raja yang
baru. Aku memutuskan untuk memilih salah satu di antara kalian."
Anak-anak muda itu terkejut! Tetapi raja melanjutkan, "Aku akan
memberikan kalian masing-masing satu bibit hari ini. Satu bibit saja.
Bibit ini sangat istimewa. Aku ingin kalian pulang, menanamnya,
merawatnya dan kembali ke sini lagi tepat 1 tahun dari hari ini dengan
membawa hasil dari bibit yang kuberikan hari ini. Kemudian aku akan
menilai hasil yang kalian bawa, dan seseorang yang aku pilih akan
menjadi raja negeri ini!"

Ada seorang anak muda yang bernama Ling yang berada di sana pada hari
itu dan ia, seperti yang lainnya, menerima bibit itu. Ia pulang ke rumah
dan dengan antusias memberitahu ibunya tentang apa yang terjadi. Ibunya
membantu Ling menyediakan pot dan tanah untuk bercocok tanam, dan Ling
menanam bibit itu kemudian menyiraminya dengan hati-hati. Setiap hari ia
selalu menyirami, merawat bibit itu, dan mengamati apakah bibit itu
tumbuh.

Setelah beberapa minggu, beberapa dari anak muda itu mulai membicarakan
mengenai bibit mereka dan tanaman yang telah mulai tumbuh. Ling pulang
ke rumah dan memeriksa bibitnya, tetapi tidak ada hasilnya. Tiga minggu,
4, 5 minggu berlalu. Tetap tidak ada hasilnya.

Sekarang ini, para anak muda memperbincangkan tentang tanaman mereka,
tetapi bibit Ling tetap belum tumbuh, dan ia mulai merasa seperti
pecundang. Enam bulan berlalu, tetap belum tumbuh juga. Ia berpikir
bahwa ia telah membunuh bibit itu. Setiap orang memiliki pohon dan
tanaman yang tinggi, tetapi ia tidak memiliki apa-apa. Ling tidak
berkata apa-apa kepada temannya. Ia tetap menunggu bibitnya tumbuh.

Satu tahun berlalu sudah dan semua anak muda di seluruh kerajaan membawa
tanaman mereka kepada raja untuk dinilai. Ling putus asa dan tidak ingin
pergi dengan membawa pot yang kosong. Tetapi ibunya memberinya semangat
untuk pergi dan membawa potnya. Ling harus jujur mengenai apa yang
terjadi dengan bibit itu,saran ibunya. Ling sadar bahwa saran ibunya
benar. Dan ia pergi ke istana dengan membawa pot yang kosong.

Ketika Ling tiba, ia kagum melihat berbagai macam tanaman yang dibawa
oleh teman-temannya yang lain. Semuanya indah, dalam ukuran dan bentuk.
Ling meletakkan pot yang kosong itu ke lantai dan banyak orang
menertawainya. Beberapa merasa kasihan kepadanya.

Ketika raja datang, ia mengamati ruangan itu dan menyalami rakyatnya.
Ling berusaha untuk bersembunyi di bagian belakang. "Wah, betapa
indahnya tanaman, pohon, bunga yang kalian bawa," kata raja. "Hari ini,
salah seorang dari kalian akan ditunjuk menjadi raja selanjutnya!"

Seketika, sang raja melihat Ling di belakang ruangan dengan potnya yang
kosong. Ia memerintahkan pengawalnya untuk membawa Ling ke depan. Ling
sangat ketakutan. "Sang raja tahu aku seorang pecundang! Mungkin ia akan
memerintahkan aku untuk dihukum!"

Ketika Ling tiba di depan, sang raja menanyakan namanya. "Namaku Ling,"
jawab Ling. Semua orang menertawakannya. Sang raja menenangkan situasi
itu. Ia melihat Ling, dan kemudian mengumumkan ke seluruh kerajaan,
"Lihatlah, ini raja kalian yang baru! Namanya adalah Ling!"

Ling tidak mempercayai apa yang barusan dikatakan raja. Ia bahkan tidak
bisa membuat bibit itu tumbuh, mengapa ia bisa menjadi raja yang baru?

Kemudian sang raja berkata, "Satu tahun lalu, aku memberikan setiap
orang sebuah bibit. Dan kukatakan kepada kalian untuk mengambilnya,
menanamnya, dan merawatnya, kemudian membawanya kembali kepadaku hari
ini. Tetapi aku memberikan kalian bibit yang sudah direbus sehingga
tidak akan bisa tumbuh. Kalian semuanya, kecuali Ling, membawakanku
pohon, tanaman, bunga. Ketika kalian menyadari bahwa bibit itu tidak
bisa tumbuh, kalian menukarkan dengan bibit lain. Hanya Ling yang
memiliki keberanian dan kejujuran untuk membawakanku sebuah pot kosong
dengan bibitku di dalamnya. Maka demikian, ia yang akan menjadi raja
yang baru."
__________________
Kebebasan bukanlah sesuatu yang menguntungkan jika tidak memberikan kebebasan untuk melakukan kesalahan (Mahatma Gandhi)
http://aanbudi.wordpress.com
Digg this Post!Add Post to del.icio.usBookmark Post in TechnoratiFurl this Post!
Reply With Quote
Reply



Currently Active Users Viewing This Thread: 1 (0 members and 1 guests)
 
Thread Tools

Posting Rules
You may not post new threads
You may not post replies
You may not post attachments
You may not edit your posts

vB code is On
Smilies are On
[IMG] code is On
HTML code is Off
Trackbacks are On
Pingbacks are On
Refbacks are On

Similar Threads
Thread Thread Starter Forum Replies Last Post
Emas Dari Raja... rio Asmara 0 08-06-2004 10:17 AM
Sandal Kulit Sang Raja aan Hikmah, Motivation and Inspired Story 0 06-08-2004 06:48 PM


All times are GMT +8. The time now is 04:52 AM.


Powered by vBulletin® Version 3.6.7
Copyright ©2000 - 2008, Jelsoft Enterprises Ltd.
Search Engine Friendly URLs by 3.0.0