Intersat Forum  


Go Back   Intersat Forum > Forum Bebas > Hikmah, Motivation and Inspired Story
Home Register Members List Calendar Kuis Search Today's Posts Mark Forums Read

Hikmah, Motivation and Inspired Story Kumpulan cerita dari berbagai sumber. Cerita atau kisah-kisah yang membangkitkan semangat hidup, motivasi, inspirasi, kebijakan, renungan, kata-kata bijak, cerita unik yang menarik, kisah teladan, kisah sukses dan lain-lain

Reply
 
LinkBack Thread Tools
  #1 (permalink)  
Old 07-02-2004, 07:34 PM
daoes daoes is offline
Senior Member
In The Way To MasterIn The Way To Master
 
Join Date: May 2002
Location: Intersat70
Posts: 112
Send a message via ICQ to daoes
DESISIF

DESISIF

Dalam artikel managerialship kita telah bahas bahwa pada posisi
memimpin, tugas paling pokok adalah

1. Membuat keputusan
2. Membuat keputusan
3. Membuat keputusan

Untuk menyegarkan kembali, saya akan buatkan rangkumannya. Karena dalam
imbal wacana PKS saya memnyampaikan sepotong2.

Desisif adalah membuat keputusan dengan cepat & tegas. Pemimpin
hendaknya demikian tetapi dalam praktek sering kita jumpai yang tidak
demikian. Misal, Mega dinilai sebagai kurang tegas. Kok bisa jadi pemimpin ?
Itulah kehidupan, teori bisa tinggal teori. Dan itu tak bermakna teorinya
salah. Secara umum SEBAIKNYA pemimpin itu desisif.

Keputusan hendaknya

1. Dibuat dalam waktu se-pendek2nya bila memungkinkan. Jika tidak dan
waktu mengijinkan, keputusan IDEALNYA dibuat sak mateng2nya, sesaksama
mungkin.

2. Keputusan sebisa mungkin baik, benar, dan tepat. Tetapi keadaan
ideal itu tak senantiasa tercapai. Kadang waktu terlalu mendesak, data2 tak
lengkap, asumsi2 sulit diandalkan, dst, dst. Yang memaksa kita membuat
keputusan dalam keadaan tak yaqin. Akibatnya kita dirundung takut
salah. Biarpun salah, pemimpin harus membuat keputusan.

Theodore Roosvelt
===================
Membuat keputusan terbaik adalah sebuah keputusan yang tepat. Terbaik
berikutnya adalah membuat keputusan, biarpun salah. Terburuk adalah
tidak membuat keputusan apa2.
===================

3. Ada dua hal yang harus kita hindari walau dalam praktek susah
sekale.

a. ragu-ragu.
b. menunda-nunda

'Waktu' tak selamanya bersahabat. Mereka menggedor2 tanpa ampun memaksa
kita membuat keputusan.

4. Mempertahankan keputusan.
Jangan terlalu mudah merobah keputusan. Jika keputusan salah, kita
harus mau menerima konsekuensinya. Tetapi, jika memang keputusan salah,
kita harus merobahnya. Jadi ada dua jenis orang. Satu kuat mempertahankan
keputusan, satunya gesit merubah keputusan.

Dalam konotasi positip, yang satu disebut konsisten & teguh pendirian.
Satunya disebut adaptatip, flexible, atau luwes. Atau easy going. Dalam
konotasi negatip, yang satu disebut keras kepala, kaku, ngotot, dll.
Satunya disebut mencle mencla, plintut plintat, ésøk delé søré témpé.

Contoh : Kiai Dur dulu sekali mendukung mbak Tutut. Lantas mendukung
Mega. Tahu2 mendukung wudhelé déwé. Sudah begitu ia terus2an menuding
Amien sebagai ésøk delé søré témpé. Saking kesalnya Amien membalas : Kiai
Dur itu ésøk delé søré keju. .... ihik

Dalam kehidupan orang2 macam Kiai Dur buanyak dan sering bikin kita
kesal. Bagaimana menghadapi orang2 seperti itu ? Jika penting upayakan
BLACK on WHITE atau tertulis. Biarpun hanya sekedar menyerahkan dokumen,
mintak tanda terima. Jika ia mlintir, itu bisa dipergunak-ken. Dalam
bisnis & M, itu prosedur standar. Yang bagi saya menjemuken. Basis M
adalah TIDAK PERCAYA, berasumsi bahwa pihak lain sifatnya ésøk delé søré
témpé.

Dalam B, bisa saja transaksi milyaran cukup dengan jabat tangan. Paling
banter secarik kertas berisi catatan jumlah & tanggal. Itu thok. M
tidak begitu. Dokumennya ber-bantal2. Njelèhi ! Tetapi itu harus dilakukan.

5. Logis & Obyektip.
Keputusan hendaknya rasional ibn logis. Walau kadang tak selalu mudah.
Ada faktor2 personal, sentimental, emosional, preferensi, dll, campur
aduk ndak karu2an.

Kesimpulan : dalam memimpin hendaknya

DESISIF-LOGIS-OBYEKTIP-TEGAS

Kondisi ideal : plus SAKSAMA, penuh perhitungan, matang, dll. Tetapi,
jika waktu sulit diajak kompromi, ini menjadi prioritas kedua.

Yang harus dihindari adalah tidak desisif, lamban, me-nunda2, ragu2,
gegabah, dan terlalu sering merubah keputusan.

Ada yang alamiah, dari sononya begitu tetapi ada yang harus melalui
proses pembelajaran.
Digg this Post!Add Post to del.icio.usBookmark Post in TechnoratiFurl this Post!
Reply With Quote
Reply



Currently Active Users Viewing This Thread: 1 (0 members and 1 guests)
 
Thread Tools

Posting Rules
You may not post new threads
You may not post replies
You may not post attachments
You may not edit your posts

vB code is On
Smilies are On
[IMG] code is On
HTML code is Off
Trackbacks are On
Pingbacks are On
Refbacks are On


All times are GMT +8. The time now is 10:45 PM.


Powered by vBulletin® Version 3.6.7
Copyright ©2000 - 2009, Jelsoft Enterprises Ltd.
Search Engine Friendly URLs by 3.0.0