Intersat Forum  


Go Back   Intersat Forum > Forum Bebas > Hikmah, Motivation and Inspired Story
Home Register Members List Calendar Kuis Search Today's Posts Mark Forums Read

Hikmah, Motivation and Inspired Story Kumpulan cerita dari berbagai sumber. Cerita atau kisah-kisah yang membangkitkan semangat hidup, motivasi, inspirasi, kebijakan, renungan, kata-kata bijak, cerita unik yang menarik, kisah teladan, kisah sukses dan lain-lain

Reply
 
LinkBack Thread Tools
  #1 (permalink)  
Old 08-27-2004, 11:10 PM
aan's Avatar
aan aan is offline
Senior Member
-: Master :--: Master :-
 
Join Date: May 2002
Location: Jl. Tentara Rakyat Mataram, Badran Yogyakarta
Posts: 868
Send a message via ICQ to aan Send a message via Yahoo to aan
Istriku

Istriku

Aku takkan pernah bisa memahami istriku.
Begitu kami tinggal serumah, ia mulai memeriksa lemari-lemari
dapurku, dan ia tampak kaget. "Kau tidak punya kertas alas untuk rak! Kita
mesti beli kertas alas dulu sebelum aku memindahkan barang-barang pecah
belahku ke sini."
"Untuk apa kertas alas?" tanyaku tak mengerti.
"Supaya pecah belahnya tetap bersih," sahutnya tegas. Aku tidak mengerti
bagaimana debu bisa otomatis tidak hinggap lagi di pecah belah yang dialasi
kertas biru yang lengket itu. Tapi aku tahu sebaiknya aku diam saja.

Lalu suatu hari aku lupa menurunkan tutup toilet.
"Dalam keluargaku tutup toilet tidak pernah dibiarkan terbuka," omel
istriku. "Tidak sopan."
"Dalam keluargaku yang seperti itu tidak dianggap tidak sopan,"
kataku malu-malu.
"Keluargamu kan tidak punya kucing."

Selain itu, aku belajar cara memencet tube pasta gigi, handuk mana yang
boleh dipakai sesudah mandi, dan di mana mesti meletakkan sendok-
sendok kalau aku yang menata meja. Tak kukira diriku begitu tidak beradab.

Ya, aku tidak akan pernah bisa memahami istriku.
Ia memberi label menurut abjad pada stoples-stoples bumbunya, mencuci
piring-mangkuk sebelum memasukkan semuanya ke mesin pencuci piring, dan
memilah-milah cucian kotor ke dalam beberapa tumpukan sebelum memasukkannya
ke mesin cuci. Nah, bisa Anda bayangkan?
Ia memakai piama kalau tidur.

Kupikir di Amerika Utara sudah tidak ada lagi orang yang memakai piama untuk
tidur. Ia juga mempunyai sebuah mantel yang membuat ia tampak seperti
Sherlock Holmes. "Aku
bisa membelikanmu mantel baru," aku menawarkan.
"Tidak. Mantel ini warisan dari nenekku," sahutnya tegas, mengakhiri
percakapan.

Sesudah kami punya anak-anak, tingkahnya jadi semakin aneh. Ia
memakai piama sepanjang hari, sarapan pada pukul satu tengah hari, selalu
membawa tas popok seukuran minivan, dan bicaranya pun pendek-pendek.

Ia menggendong bayi kami ke mana-mana - di punggung, di depan, di
pelukannya, disandarkan di bahunya. Ia tak pernah meletakkan bayi kami,
hingga ibu-ibu lain geleng-geleng kepala melihatnya, sebab mereka biasanya
menaruh bayi di dalam boks, atau di kursi khusus kalau di dalam mobil.
Betapa anehnya istriku, selalu menggendong-
gendong bayi kami. Ia juga memilih untuk menyusui sendiri anak itu, meski
teman-temannya
mengatakan itu tidak perlu. Kalau bayi kami menangis, ia selalu
menggendongnya, walaupun orang-orang mengatakan menangis itu baik untuk
bayi.
"Bagus untuk paru-parunya kalau ia menangis," kata mereka.
"Lebih bagus lagi kalau hatinya tersenyum," sahut istriku.

Suatu hari seorang temanku tertawa sinis melihat stiker yang
ditempelkan istriku di bagian belakang mobil kami. Tulisan di stiker itu
berbunyi: "Menjadi Ibu yang Tinggal di Rumah Merupakan Pekerjaan yang
Membutuhkan Kasih Sayang."
"Pasti istriku yang menempelkannya di situ," kataku.
"Istriku wanita karier," temanku membanggakan istrinya.
"Istriku juga," sahutku dengan tersenyum.

Suatu kali, aku mesti mengisi kartu-kartu untuk jaminan. Kuberi tanda silang
di kotak "Ibu Rumah Tangga" untuk menunjukkan pekerjaan istriku. Ternyata
aku salah besar. Begitu melihatnya, istriku langsung mengoreksi. "Aku bukan
ibu rumah tangga, juga bukan seorang istri. Aku ini seorang ibu."
"Tapi tidak ada kategori itu di situ," kataku agak gugup.
"Tambahkan saja," katanya.
Maka aku pun menambahkannya.

Lalu, suatu hari, beberapa tahun kemudian, kulihat ia berbaring
dengan tersenyum di tempat tidur, ketika aku akan berangkat bekerja.
"Ada apa?" tanyaku.
"Tidak ada apa-apa. Segalanya menyenangkan. Semalam aku tidak perlu bangun
sama sekali untuk menenangkan anak-anak. Dan mereka juga tidak minta tidur
bersama kita."
"Oh," kataku, masih belum mengerti.
"Baru kali ini aku bisa tidur nyenyak sepanjang malam, setelah empat tahun."
Masa? Empat tahun? Lama sekali. Aku sama sekali tidak menyadarinya. Kenapa
ia tidak pernah mengeluh? Kalau aku pasti sudah
mengeluh.

Suatu hari, secara tak sengaja aku mengucapkan sesuatu yang membuat ia lari
ke kamarnya dan menangis. Aku menyusulnya untuk minta maaf.

Ia tahu permintaan maafku tulus, sebab pada saat aku mengatakannya aku juga
menangis.
"Aku memaafkanmu," katanya. Dan Anda tahu? Ia benar-benar
memaafkanku. Ia tak pernah mengungkit-ungkit hal itu lagi. Tidak juga ketika
ia sedang marah. Padahal bisa saja ia memakai itu sebagai senjata. Ia
memaafkanku dan melupakan yang sudah lalu.

Tidak, aku tidak akan pernah bisa memahami istriku. Dan Anda tahu? Semakin
lama kelakuan anak perempuan kami semakin mirip dengan ibunya. Kalau kelak
ia menjadi seperti ibunya, suatu hari nanti akan ada satu lagi pria yang
beruntung di dunia, bersyukur ada yang menaruh kertas alas di dalam
rak-raknya.

Sumber: Steven James - A Second Chicken Soup for the Woman's Soul
__________________
Kebebasan bukanlah sesuatu yang menguntungkan jika tidak memberikan kebebasan untuk melakukan kesalahan (Mahatma Gandhi)
http://aanbudi.wordpress.com
Digg this Post!Add Post to del.icio.usBookmark Post in TechnoratiFurl this Post!
Reply With Quote
Reply



Currently Active Users Viewing This Thread: 1 (0 members and 1 guests)
 
Thread Tools

Posting Rules
You may not post new threads
You may not post replies
You may not post attachments
You may not edit your posts

vB code is On
Smilies are On
[IMG] code is On
HTML code is Off
Trackbacks are On
Pingbacks are On
Refbacks are On

Similar Threads
Thread Thread Starter Forum Replies Last Post
Bau Istriku hadibaroto Ngakak Abis 1 09-07-2005 05:56 AM


All times are GMT +8. The time now is 04:49 AM.


Powered by vBulletin® Version 3.6.7
Copyright ©2000 - 2008, Jelsoft Enterprises Ltd.
Search Engine Friendly URLs by 3.0.0