Intersat Forum  


Go Back   Intersat Forum > Forum Bebas > Hikmah, Motivation and Inspired Story
Home Register Members List Calendar Kuis Search Today's Posts Mark Forums Read

Hikmah, Motivation and Inspired Story Kumpulan cerita dari berbagai sumber. Cerita atau kisah-kisah yang membangkitkan semangat hidup, motivasi, inspirasi, kebijakan, renungan, kata-kata bijak, cerita unik yang menarik, kisah teladan, kisah sukses dan lain-lain

Reply
 
LinkBack Thread Tools
  #1 (permalink)  
Old 10-14-2004, 03:01 PM
aan's Avatar
aan aan is offline
Senior Member
-: Master :--: Master :-
 
Join Date: May 2002
Location: Jl. Tentara Rakyat Mataram, Badran Yogyakarta
Posts: 868
Send a message via ICQ to aan Send a message via Yahoo to aan
Rahasia Sukses Bos-bos Jepang!

Cara hidup pemimpin Jepang sangat sederhana dibanding dengan rekan-
rekan di Barat. Rasanya mereka memandang rendah kemewahan. Suatu
barang harus ada fungsinya.

Pernah orang Jepang dijuluki les marchands des transistors (pedagang
transistor) oleh de Gaulle. Namun sekarang mereka bukan hanya juara
dunia dalam hi-fi, tetapi juga dalam microprocessor, mobil,
bioindustri dan lain-lain.

Dalam sepuluh tahun terakhir produksi Jepang meningkat dua kali lebih
cepat daripada Amerika Serikat. Apa rahasianya?

Berikut ini kita akan menjenguk orang-orang yang mempunyai andil
besar dalam kemajuan tehnik Jepang.

Mula-mula kita jumpai Akio Morita si pencipta perusahaan Sony. Dia
menyukai olahraga golf, sekaligus menjadi pengagum musikus Beethoven.
Saking gandrungnya pada musik sampai-sampai di lapangan pun dia ingin
bermain golf sambil mendengarkan Symphony kesembilan.

"Saya membutuhkan sebuah alat kecil dengan pengeras suara," kata Akio
Morita pada anak didiknya. Tak lama kemudian tcrciptalah walkman.

Dia berusia sekitar enampuluhan, kurus, rambutnya putih dan matanya
hampir kuning. Tapi ia nampak seperti umur duapuluh karena
semangatnya yang tak kenal lelah.

Rumahnya di daerah kedutaan, di Tokyo. Bertingkat, dengan kebun dan
sebuah kolam renang. Boleh dikata dia seorang boss Jepang yang sudah
berorientasi ke Barat. Dia tak berkeberatan istrinya turut menjamu
tamu dalam pakaian Barat. Tetapi, ia tetap menjalani hidup sederhana
dan kekeluargaan menurut tradisi.

Setiap pagi pukul delapan tepat Akio Morita tiba di kantor. Ia selalu
mengenakan seragam yang sama dengan yang dipakai anak buahnya,
meskipun jas luarnya buatan Inggris. Ini untuk menunjukkan semangat
demokratis yang menjiwai setiap perusahaan Jepang.

Pada tahun 1947 Akio Morita mendirikan perusahaan Sony; memasarkan
transistor yang pertama, televisi berwarna pertama, dan walkman
pertama. Saat ini perusahaan sedang maju-majunya, ia mengekspor 70%
dari produknya. "Pasaran kami adalah seluruh dunia," katanya.

Kemajuan teknologi Jepang didorong oleh semangat untuk menyegerakan,
dengan penuh kesadaran dan rasa kebanggaan. Tidak sampai dua generasi
untuk mewujudkan mukjizat ini. Sebelumnya, orang Barat mengejek,
Jepang hanya bisa membuat sepeda yang rodanya tidak bisa berputar dan
jam-jam yang tidak bisa dipercaya. Karikatur tahun tigapuluhan pernah
menunjukkan gambar seorang pemburu menyandang sepucuk senapan, yang
ketika picunya ditarik maka larasnya menggembung. Capnya: made in
Japan (bikinan Jepang).

Tetapi tiba-tiba orang Jepang tergila-gila pada perlombaan matematika
dan fisika. Ujian-ujian di berbagai universitas menjadi sangat berat
dan terjadi persaingan mati-matian. Ini menghasilkan orang-orang yang
pandai. Di Pusat Penelitian Sony, jejak kaki para direktur yang
sukses dicetakkan di atas tanah, seperti halnya jejak kaki para
bintang Hollywood di studio MGM.

Saingan istrinya sebuah komputer

Sama dengan majikannya, Makoto Kikuchi direktur baru pada Pusat
Penelitian Sony ini bisa berbahasa Inggris, dengan tujuan dapat
berbicara dengan robotnya; sebuah "Apple" Amerika.
"Masih yang terbaik untuk saat ini," ucapnya jujur. Laki-laki berusia
45 tahun ini sebelumnya sudah sangat terkenal di Jepang sebagai
ilmuwan yang paling mengagumkan dari Pusat Penelitian Negara. Ia
mengkhususkan diri dalam microprocessor. Ia pindah ke Sony enam tahun
yang lalu.

Dalam sebuah rumah yang amat kecil berbentuk bujur sangkar dan
terbuat dari kertas minyak itulah ia tinggal bersama istrinya dan
hidup dengan sederhana. Dengan kimononya dan berlutut di atas tikar
Jepang, istrinya dengan setia menemani suaminya bermain dengan
komputer.

Mottonya: Research Makes The Difference, menggambarkan keambisiusan
Makoto Kikuchi. Motto ini ditulis pada truk-truk perusahaan dalam
bahasa Inggris supaya menimbulkan kesan eksotis.

Ia punya rencana untuk beberapa tahun mendatang: membuat komputer
yang bisa menguraikan bahasa percakapan orang Jepang supaya setiap
orang Jepang dapat berbicara dengan komputer.

Dengan senang hati, dia mengundang 190 penyelidik datang ke pusat
penelitiannya. Kata Makoto: "Sony memberikan 3,5 sampai 5%
penghasilannya untuk penelitian." Tambahnya: "Sebelum ini saya
bekerja di sebuah laboratorium di Amerika Serikat. Di Sony, cukup
hanya satu jam bagi saya untuk memperoleh sebuah alat yang harganya
setengah juta dolar. Saya lalu bisa menghargai perbedaan ini." Ia
tetap seorang Jepang Tulen meskipun lama tinggal di Amerika Serikat.

Para peneliti Sony mempelajari sinar energi matahari, teknologi
silikon dan lainnya. Tetapi bidang yang paling disukainya adalah
semiconductor. Dia memulai segalanya dari nol pada tahun 1976.

Di perusahaan Sony, kaitan penelitian produksi dengan pemasaran
merupakan satu keharusan yang permanen. Contohnya, setiap Minggu pagi
Makoto sarapan bersama Akio Morita dan Direktur Marketingnya.
Hubungan yang begitu wajar dan akrab antara peneliti dan pemimpin ini
jarang sekali terjadi di Amerika maupun di Eropa.

Morita yang sudah begitu kebarat-baratan, yang kalau bermain golf
memakai kemeja dan topi Amerika, tetap membungkukkan badan sampai ke
tanah bila berjumpa dengan kawan. Dalam mobil ia memiliki telepon,
televisi dan magnetoskop; tetapi ia tetap mengenakan seragam yang
sama seperti 35.000 anggota Sony.

Honda tidak memberi warisan kepada anak

Soichiro, 78 tahun, adalah pendiri Honda Motor. Ia juga mengenakan
seragam karyawan biasa di perusahaan, kemeja dan topi putih. Dia
lebih suka bekerja di bengkel, meskipun tersedia ruangan di setiap
perusahaannya. Sebelum pecah perang, ia pernah menjadi montir biasa.

Sedikit demi sedikit ia turut meletakkan dasar perusahaan. Sekarang
ia mengepalai 23.000 buruh dan membawahi 43 perusahaan di 28 negara
(enam ada di Jepang).

Anak buahnya diberi kepercayaan total dan tanggung jawab pribadi atas
apa yang dihasilkannya.

Soichiro tidak memiliki harta pribadi. Dia tinggal dalam sebuah rumah
sederhana. Kegemarannya melukis di atas kain sutra dan bermain golf.
Barangnya yang berharga cuma sebuah helikopter dan mobil biasa.
Penghasilannya dipakai untuk penelitian dan bea siswa kaum muda. Dia
bahkan tak memberi warisan kepada anak-anaknya.

"Warisan paling berharga yang dapat saya berikan adalah membiarkan
mereka sanggup berusaha sendiri," katanya.

Hadiah untuk gagasan yang paling baik

Kyoto Ceramics adalah salah satu pabrik pembuat microchips (elemen-
elemen kecil komputer) yang paling kuat di dunia.

Omset Kyoto Ceramics 400 juta dolar dan menghasilkan keuntungan luar
biasa, 12% setelah dipotong pajak.

Ada tujuh buah perusahaan di Amerika Serikat dan tiga di Jepang.
Inamori sang pemimpin, seperti juga Soichiro Honda dan Kaku pemimpin
Canon, menganggap dirinya sebagai karyawan biasa. Selisih gaji
direktur dan buruh baru di Jepang lebih kecil bila dibandingkan
dengan di Eropa dan Amerika Serikat.

Cara hidup pemimpin Jepang sangat sederhana dibanding dengan rekan-
rekan di Barat. Rasanya mereka memandang rendah kemewahan. Suatu
barang harus ada fungsinya.

Bagaimana mereka bisa memegang prinsip sebaik itu?

Mari kita menengok ke Gamo, salah satu pabrik keramik di Kyoto.
Kurang lebih 50 kilometer dari Kyoto. Di sini pada pukul delapan pagi
seluruh karyawan Gamo berkumpul dalam ruang-ruang besar. Dari tiap
ruang, di atas sebuah panggung seorang laki-laki meneriakkan:
berdiri, bersiap, luruskan kaki dan istirahat. Ratusan laki-laki dan
perempuan dalam seragam biru berdiri siap. Laki-laki lalu melaporkan
hasil pekerjaan bulan lalu dan menambahkan delapan pesan produksi,
tentang mutu, penurunan ongkos dan sebagainya.

Selesai laporan, dia memanggil lima orang maju ke depan. Mereka
diberi hadiah, karena telah menyumbangkan gagasan yang paling baik,
pada bulan sebelumnya. Di semua perusahaan Jepang, para insinyur dan
buruh diundang menyumbangkan gagasan untuk lebih memajukan
produktivitas, keamanan dan semua bidang yang berkaitan dengan
kehidupan perusahaan.

Di Canon, setahun yang lalu, masuk sekitar 146.242 gagasan yang
ternyata dapat menghemat lebih dari tujuh juta yen!

Sebulan sekali mereka berkumpul, memberi laporan pekerjaan selama
ini, bertukar pengalaman dan mutu pekerjaan mereka.

Hadiah bagi gagasan mereka yang terpilih antara lain medali, jam
tangan, tiket kereta atau pesawat terbang. Yang kurang berinisiatif
tak akan mendapat apa-apa. Tak pernah terjadi seseorang mendapat
sanksi negatif.

Setiap pekerja memiliki saham dan dividen dari perusahaan. Benar-
benar merupakan perwujudan demokrasi yang didasarkan pada penghargaan
hasil kerja dan atas hierarkinya. Di Jepang, persaingan ditumbuhkan
sejak kanak-kanak. Keluaran sekolah bereputasi tinggi lebih mudah
mendapatkan pekerjaan yang baik.

Di tiap perusahaan ada serikat buruh, yang setiap tahunnya
mengorganisir pemogokan untuk memperoleh kenaikan gaji yang disebut
Shunto. Tetapi Shunto ini cuma suatu upacara tradisi, bukan pemogokan
seperti layaknya di Barat.

Robot membuat robot

Di kaki Gunung Fuji ada robot membuat robot. Robot-robot itu bekerja
dengan diam-diam. Beberapa manusia membaca lembaran kertas besar yang
keluar dari terminal robot.
Di Honda Motor Cie, di sebuah dusun dekat Tokyo, kita bisa melihat
mobil yang di-assembling oleh robot, yang mematri 160 kali setiap
detiknya. Grup-grup yang terdiri dari lima atau enam buruh memeriksa
hasil kerja robot. Setiap buruh diizinkan menghentikan pekerjaan
dengan cara menekan tombol merah, bila ada yang kurang beres.

Hasilnya: pada produksi akhir hanya ada 0,1% yang apkir, dibanding
dengan 20% di Eropa. Di Sony, semua karyawannya teliti. Para majikan
di Eropa memimpikan pabrik mereka bisa menyamai Jepang, dan
mendambakan buruh-buruh yang serupa pula.

Di perusahaan Canon, Tuan Kaku yang adalah presiden direkturnya itu
dan para buruhnya, saling menundukkan kepala mereka sama dalamnya.
Percakapan antara mereka bisa membuat heran telinga-telinga Perancis.

Tuan Kaku menjelaskan secara mendetil target keuangan dan tehnik yang
ingin dicapai perusahaan. Kepala serikat buruh Canon meyakinkan
majikannya, keberhasilan Canon merupakan satu kepuasan bagi seluruh
karyawan dan mereka ingin bekerja sama sepenuhnya bersama direksi.

Majikan-majikan Eropa sangat kagum melihat modernisasi Jepang. Kagum
bukan hanya karena melihat sindikat-sindikat buruh dapat bekerja sama
begitu baik dangan majikannya, tetapi juga melihat para majikan yang
tak pernah memecat buruhnya itu.

Mereka melihat suatu industri di mana otomatisasi tidak menciptakan
pengangguran, dan setiap buruh mau dan dapat memahami apa pun yang
mereka lakukan. Mereka juga mendapat penjelasan mengenai jalannya
perusahaan. Yang nampak di depan mereka adalah sebuah dunia, di mana
disiplin yang mirip disiplin militer itu dapat berjalan berdampingan
dengan rasa hormat pada setiap individu. Inilah rahasia kemajuan
Jepang. (Paris Match/Intisari)

Sumber: KCM - Kamis, 23 September 2004
__________________
Kebebasan bukanlah sesuatu yang menguntungkan jika tidak memberikan kebebasan untuk melakukan kesalahan (Mahatma Gandhi)
http://aanbudi.wordpress.com
Digg this Post!Add Post to del.icio.usBookmark Post in TechnoratiFurl this Post!
Reply With Quote
Reply



Currently Active Users Viewing This Thread: 1 (0 members and 1 guests)
 
Thread Tools

Posting Rules
You may not post new threads
You may not post replies
You may not post attachments
You may not edit your posts

vB code is On
Smilies are On
[IMG] code is On
HTML code is Off
Trackbacks are On
Pingbacks are On
Refbacks are On

Similar Threads
Thread Thread Starter Forum Replies Last Post
Konsep Yg Sederhana Tuk Meraih Sukses. chimet Jualan Barang 0 05-16-2007 04:06 PM
Bahasa jepang nya erik nugroho Ngakak Abis 0 10-18-2005 05:47 AM
Kamus Jepang Online aan Internet 1 04-16-2005 06:09 PM
Kue Jepang wisnu Science 'n Art 3 12-27-2004 04:13 PM
Jepang aan Science 'n Art 0 06-13-2004 05:11 PM


All times are GMT +8. The time now is 10:03 PM.


Powered by vBulletin® Version 3.6.7
Copyright ©2000 - 2009, Jelsoft Enterprises Ltd.
Search Engine Friendly URLs by 3.0.0