Intersat Forum  


Go Back   Intersat Forum > Forum Bebas > Hikmah, Motivation and Inspired Story
Home Register Members List Calendar Kuis Search Today's Posts Mark Forums Read

Hikmah, Motivation and Inspired Story Kumpulan cerita dari berbagai sumber. Cerita atau kisah-kisah yang membangkitkan semangat hidup, motivasi, inspirasi, kebijakan, renungan, kata-kata bijak, cerita unik yang menarik, kisah teladan, kisah sukses dan lain-lain

Reply
 
LinkBack Thread Tools
  #1 (permalink)  
Old 11-30-2004, 02:15 PM
aan's Avatar
aan aan is offline
Senior Member
-: Master :--: Master :-
 
Join Date: May 2002
Location: Jl. Tentara Rakyat Mataram, Badran Yogyakarta
Posts: 868
Send a message via ICQ to aan Send a message via Yahoo to aan
Belajar dari Awan

Hari itu satu pekan panjang yang penuh dengan kesibukan mengajar keliling
negeri telah kulewati sekali lagi. Seperti biasa aku ingin menikmati situasi
santai dalam penerbangan pulang, membaca yang ringan-ringan, bahkan
memejamkan mata beberapa menit bilamana sempat. Kendatipun demikian, aku
mencoba menerima apa pun yang akan terjadi.

Maka biasanya aku mengucapkan doa pendek berikut: Siapa pun yang
Kautakdirkan duduk di sebelahku, biarlah ia seperti apa adanya, dan bantulah
aku agar dapat menerima apa pun yang tersedia bagiku.

Pada hari yang khusus ini, ketika aku masuk ke dalam pesawat, ternyata
seorang anak kecil, sekitar delapan tahun, duduk pada kursi dekat jendela di
sebelahku. Aku menyukai anak-anak. Namun, aku sedang merasa lelah. Naluri
pertamaku adalah, 'Apa boleh buat, aku tak tahu nasibku kali ini.' Dengan
berusaha bersikap ramah, aku menyapanya dan mengajaknya berkenalan. Ia
menyebutkan namanya, Bradley. Kami langsung mengobrol dan, hanya dalam
beberapa menit, ia menaruh kepercayaan kepadaku, dengan berkata, "Ini
pertama kali saya naik pesawat. Saya agak takut."

Ia bercerita kepadaku bahwa ia dan keluarganya baru menjenguk
sepupu-sepupunya, dan ia diminta tinggal lebih lama sedangkan orangtuanya
pulang terlebih dahulu. Kini ia pulang sendirian, dengan pesawat terbang.

"Naik pesawat itu keciiil," kataku, berusaha menumbuhkan keyakinannya.

"Mungkin dapat dianggap salah satu yang paling mudah di antara yang pernah
kaulakukan." Aku diam sejenak, untuk berpikir, dan kemudian aku bertanya
kepadanya, "Pernahkah kau naik roller coaster?"
"Saya senang naik roller coaster!"
"Pernahkah kau menaikinya tanpa berpegangan?"
"Oh, ya. Saya seneng sekali." Ia tertawa. Sementara aku berpura-pura
ketakutan.

"Pernahkah kau naik di depan?" tanyaku lagi dengan wajah pura-pura merasa
ngeri.
"Ya. Saya selalu berusaha mendapatkan tempat duduk paling depan!"

"Dan kau tidak merasa takut?"
Ia menggelengkan kepalanya, tampaknya ia kini telah merasa berhasil
mengimbangi aku.

"Sesungguhnyalah, penerbangan ini tidak seberapa dibanding naik roller
coaster.
Aku tidak berani naik roller coaster, tapi aku tidak takut sama sekali bila
naik pesawat terbang."

Seulas senyum mulai tampak pada wajahnya, "Betulkah itu?" Aku dapat melihat
bahwa ia mulai berpikir bahwa mungkin ia memang pemberani.

Pesawat mulai ditarik menuju ke ujung landasan. Dan ketika akhirnya pesawat
itu meluncur naik, ia memandang ke luar jendela dan mulai bercerita dengan
sangat bersemangat tentang segala yang dialaminya. Ia mengomentari
bentuk-bentuk awan yang dilihatnya, dan gambar-gambar yang seolah-olah telah
dilukis di angkasa. "Awan yang ini seperti kupu-kupu, dan yang itu kelihatan
seperti seekor kuda!"

Tiba-tiba, aku juga melihat melalui mata seorang anak usia delapan tahun.
Rasanya seolah-olah aku baru pertama kali itu terbang.

Belakangan Bradley bertanya tentang pekerjaanku. Aku bercerita tentang
pelatihan yang kuselenggarakan, dan mengatakan bahwa aku juga membintangi
iklan untuk radio dan televisi.

Matanya langsung bersinar. "Saya dan adik saya pernah menjadi bintang iklan
televisi."

"Oh, ya? Bagaimana rasanya?"

Ia bercerita bahwa pengalaman itu sangat mengesankan.

Kemudian ia berkata bahwa ia perlu ke kamar kecil.

Aku berdiri agar ia dapat keluar ke gang. Saat itulah aku melihat alat
penguat pada kedua kakinya. Bradley beringsut-ingsut menuju ke kamar kecil
di belakang.

Ketika ia duduk kembali, ia menerangkan, "Saya menderita distrofi otot. Adik
perempuan saya juga - ia bahkan harus memakai kursi roda. Itu sebabnya kami
menjadi bintang iklan. Kami dijadikan contoh untuk anak-anak yang menderita
distrofi otot."

Waktu pesawat mulai turun, ia memandang kepadaku, tersenyum, dan bicara
dengan nada yang agak-agak malu, "Tahukah Anda, saya betul-betul khawatir
tentang siapa yang akan duduk di sebelah saya di pesawat. Saya takut ia
orang yang ketus, yang tidak mau bicara dengan saya. Saya senang bisa duduk
bersebelahan dengan Anda."

Ketika mengenang seluruh pengalaman itu pada malam harinya, aku diingatkan
tentang untungnya bersikap terbuka. Setelah sepekan penuh menjadi pengajar,
begitu selesai aku justru menjadi siswa.

Sekarang setiap kali aku merasa suntuk - dan itu cukup sering - aku
memandang ke luar jendela dan mencoba menebak bentuk awan yang terlukis di
angkasa.Dan aku teringat dengan Bradley, anak istimewa yang mengajariku pelajaran itu.

Sumber: Joyce A. Harvey - Chicken Soup for the Unsinkable Soul
__________________
Kebebasan bukanlah sesuatu yang menguntungkan jika tidak memberikan kebebasan untuk melakukan kesalahan (Mahatma Gandhi)
http://aanbudi.wordpress.com
Digg this Post!Add Post to del.icio.usBookmark Post in TechnoratiFurl this Post!
Reply With Quote
Reply



Currently Active Users Viewing This Thread: 1 (0 members and 1 guests)
 
Thread Tools

Posting Rules
You may not post new threads
You may not post replies
You may not post attachments
You may not edit your posts

vB code is On
Smilies are On
[IMG] code is On
HTML code is Off
Trackbacks are On
Pingbacks are On
Refbacks are On

Similar Threads
Thread Thread Starter Forum Replies Last Post
Nasehat Dari Dr. Boyke @rdi Science 'n Art 0 05-17-2006 05:01 PM
belajar bahasa jepang yukkkk real Ngakak Abis 8 08-31-2005 02:46 AM
Terbaru dari XL pecundangSEJATI Handphone 1 07-02-2005 02:31 PM
Belajar RO blac^slayer PC Games & Multiplayer 2 08-15-2004 11:46 PM
Belajar Dari Kesalahan aan Hikmah, Motivation and Inspired Story 0 06-03-2004 04:01 PM


All times are GMT +8. The time now is 01:45 AM.


Powered by vBulletin® Version 3.6.7
Copyright ©2000 - 2009, Jelsoft Enterprises Ltd.
Search Engine Friendly URLs by 3.0.0