![]() |
|
|||||||
| Ngakak Abis Berbagi cerita lucu, SMS lucu, gambar lucu, video lucu, pokoknya semua yang lucu ha ha ha :o) |
![]() |
|
|
LinkBack | Thread Tools |
|
|||
|
Bau Istriku
> BAU ISTRIKU
> > Anak saya memiliki serpihan gombal yang derajatnya > telah menjadi jimat. > Tanpa gombal ini, mustahil dia tertidur. Jika kami > sekeluarga harus > pergi menginap ke luar kota, semua barang boleh > ketinggalan kecuali > gombal yang satu ini. Jika barang ini sampai > tertinggal, bencana > akibatnya. > > Anak ini akan menolak tidur semalaman. Ia akan > mencari gombal jimatnya > itu melebih apa saja. Jika ia sudah mendekat > gombalnya, wahai... anak > ini akan segera stoned, mabuk, dan tidur dengan > lelapnya. Kami hanya > bisa heran, bagaimana gombal bulukan yang tak pernah > kenal air ini bisa > membuat hidupnya demikian tenteram. > > Gombal wasiat itu sebetulnya berasal dari kain > sarung yang dipergunakan > sebagai selimut saat istri melahirkan. Sarung inilah > yang kemudian > menjadi karib anak karena sering menjadi pembungkus > ketika ia masih bayi > dan menjadi selimut ketika ia balita serta tak > jarang menjadi selimut > berdua antara anak dan ibunya. > > Begitu tinggi frekuensi pemakaian sarung ini hingga > ia menjadi kain > teraniaya yang aus dalam waktu singkat. Hingga > ketika si anak sudah > masuk TK, sarung itu telah menjadi kain perca > selebar serbet saja > lebarnya. Serbet apak inilah yang hingga sekarang > masih menjadi teman > tidur setianya. > > Melihatnya lelap sambil menghirup gombal ajaibnya > itu sungguh > pemandangan yang mengherankan hati. Itu gombal sudah > bertahun-tahun tak > boleh dicuci. Tapi bau inilah satu-satunya aroma > terapi yang mujarab > bagi tidurnya. > > Pernah kami diam-diam mencucinya. Ketika malam > gombal ini kami sodorkan, > si anak malah ngamuk sejadi-jadinya. Ia menolak > aroma terapi gombalnya > yang sudah tercemar bau detergen. Semalaman, kami > harus menanggung > tidurnya yang penuh krisis. Tidur dengan bekal > marah, telah membuat dia > mengigau dan banyak gerak. Sejak saat itu, kami > memilih membiarkan > gombal ini menjadi kain purba, dengan komplikasi bau > yang cuma anak saya > yang tega menghirupnya. > > Tapi belum lama ini kami mengalami kecelakaan kedua > menyangkut soal bau > ini. Secara tak sengaja, gombal ini tertindih tidur > bapaknya semalaman. > Ketika malam berikutnya si anak mencium bau bapak di > gombalnya, ia > menolak menghirupnya. Ia ingin bau ibu, bukan bau > bapak. Kami sadar > risikonya jika bau ibu tidak secepatnya dihadirkan. > Akan terjadi geger > semalaman. Maka cara instan pun kami tempuh, gombal > itu ditindih, > digosok, dililit ke segenap tubuh ibunya, dan ketika > bau ibu itu telah > menindih bau bapak, si anak baru mau menghirupnya > dengan nikmatnya. > Kurang ajar! > > Sudah lama saya cemburu pada kedekatan si anak ini > dengan ibunya. Tapi > malam itu benar-benar menjadi puncak rasa cemburuku. > Apa salah bapaknya > ini sehingga soal bau pun dia memihak ibunya? Apa > kurang tanggung > jawabku pada mereka? Setiap hari aku bekerja hingga > tak kenal waktu. Aku > memberikan yang terbaik untuk mereka sekuatku, > sebisaku. Tapi apa > balasan mereka pada kerja kerasku ini! > > Gombal itu benar-benar menyinggung perasaanku. Ia > bukti kekalahanku di > keluarga ini. Betapa aku yang bekerja keras di > luaran tapi istri juga > yang mendapat penghargaan di dalam rumah, di depan > anak-anak. Sekarang > kutanya kepadamu anak-anakku, beda apa bau tubuh > bapakmu dengan ibumu > ini? Betul, ibu adalah pihak yang setiap saat > merawatmu. Betul, bahwa di > waktu kecilku dulu, aku lebih suka menyelinap di > ketiak ibu katimbang di > ketiak bapak. Betul, jika aku ditantang untuk > menggantikan pekerjaan > ibumu saat merawatmu, bisa-bisa > aku terserang stroke dini. Itu pekerjaan berat dan > hanya ibumu yang > sanggup melakukannya. Tapi persoalannya ialah, > apakah cuma ibumu yang > bekerja keras? > > Tidak, jawabku. Aku juga bekerja keras untuk > menyayangimu. Jika hanya > bau tubuh ibumu yang engkau sukai, ini betul-betul > tidak adil. Belum > jika aku tega membuka rahasia besar ini kepadamu. > Dengarlah, engkau > boleh begitu menyukai bau ketiak ibumu, tapi tanpa > setahumu, ibumu > adalah juga pihak yang suka menyelinap di ketiak > bapakmu kalau bakat > manjanya kumat. Jadi anakku, engkau jangan salah > sangka pada bau tubuh > bapakmu. (Suara Merdeka)
__________________
\"Audi, Vide, Tace\" |
![]() |
| Currently Active Users Viewing This Thread: 1 (0 members and 1 guests) | |
| Thread Tools | |
|
|
Similar Threads
|
||||
| Thread | Thread Starter | Forum | Replies | Last Post |
| Istriku | aan | Hikmah, Motivation and Inspired Story | 0 | 08-27-2004 11:10 PM |