Intersat Forum  


Go Back   Intersat Forum > Forum Bebas > Science 'n Art
Home Register Members List Calendar Kuis Search Today's Posts Mark Forums Read

Science 'n Art Diskusi paling borink 'N garink sedunia demi mencerdaskan kehidupan bangsa dan ikut melaksanakan ketertiban dunia....

Reply
 
LinkBack Thread Tools
  #1 (permalink)  
Old 04-27-2005, 03:33 PM
aan's Avatar
aan aan is offline
Senior Member
-: Master :--: Master :-
 
Join Date: May 2002
Location: Jl. Tentara Rakyat Mataram, Badran Yogyakarta
Posts: 870
Send a message via ICQ to aan Send a message via Yahoo to aan
1 ONS BUKAN 100 GRAM

1 ONS BUKAN 100 GRAM.

PENDIDIKAN YANG MENJADI BOOMERANG.

Seorang teman saya yang bekerja pada sebuah perusahaan asing, di PHK

akhir tahun lalu. Penyebabnya adalah kesalahan menerapkan dosis
pengolahan limbah, yang telah berlangsung bertahun-tahun. Kesalahan
ini terkuak ketika seorang pakar limbah dari suatu negara Eropa
mengawasi secara langsung proses pengolahan limbah yang selama itu
dianggap selalu gagal. Pasalnya adalah, takaran timbang yang dipakai

dalam buku petunjuknya menggunakan satuan pound dan ounce. Kesalahan

fatal muncul karena yang bersangkutan mengartikan 1 pound = 0,5 kg.
dan 1 ounce (ons) = 100 gram, sesuai pelajaran yang ia terima dari
sekolah. Sebelum PHK dijatuhkan, teman saya diberi tenggang waktu 7
hari untuk membela diri dgn. cara menunjukkan acuan ilmiah yang
menyatakan 1 ounce (ons) = 100 g. Usaha maksimum yang dilakukan
hanya bisa menunjukkan Kamus Besar Bahasa Indonesia yang mengartikan

ons (bukan ditulis ounce) adalah satuan berat senilai 1/10 kilogram.

Acuan lain termasuk tabel-tabel konversi yang berlaku sah atau
dikenal secara internasional tidak bisa ditemukan.

SALAH KAPRAH YANG TURUN-TEMURUN.

Prihatin dan penasaran atas kasus diatas, saya mencoba menanyakan
hal ini kepada lembaga yang paling berwenang atas sistem
takar-timbang dan ukur di Indonesia, yaitu Direktorat Metrologi .
Ternyata, pihak Dir. Metrologi-pun telah lama melarang pemakaian
satuan ons untuk ekivalen 100 gram. Mereka justru mengharuskan
pemakaian satuan yang termasuk dalam Sistem Internasional (metrik)
yang diberlakukan resmi di Indonesia. Untuk ukuran berat, satuannya
adalah gram dan kelipatannya. Satuan Ons bukanlah bagian dari sistem

metrik ini dan untuk menghilangkan kebiasaan memakai satuan ons ini,

Direktorat Metrologi sejak lama telah memusnahkan semua anak
timbangan (bandul atau timbal) yang bertulisan "ons" dan "pound".

Lepas dari adanya kebiasaan kita mengatakan 1 ons = 100 gram dan 1
pound = 500 gram, ternyata tidak pernah ada acuan sistem
takar-timbang legal atau pengakuan internasional atas satuan ons
yang nilainya setara dengan 100 gram. Dan dalam sistem timbangan
legal yang diakui dunia internasional, tidak pernah dikenal adanya
satuan ONS khusus Indonesia. Jadi, hal ini adalah suatu kesalahan
yang diwariskan turun-temurun. Sampai kapan mau dipertahankan ?

BAGAIMANA KESALAHAN DIAJARKAN SECARA RESMI ?

Saya sendiri pernah menerima pengajaran salah ini ketika masih di
bangku sekolah dasar. Namun, ketika saya memasuki dunia kerja nyata,

kebiasaan salah yang nyata-nyata diajarkan itu harus dibuang jauh
karena akan menyesatkan.

Beberapa sekolah telah saya datangi untuk melihat sejauh mana
penyadaran akan penggunaan sistem takar-timbang yang benar dan sah
dikemas dalam materi pelajaran secara benar, dan bagaimana para
murid (anak-anak kita) menerapkan dalam hidup sehari-hari. Sungguh
memprihatinkan. Semua sekolah mengajarkan bahwa 1 ons = 100 gram dan

1 pound = 500 gram, dan anak-anak kita pun menggunakannya dalam
kegiatan sehari-hari. "Racun" ini sudah tertanam didalam otak anak
kita sejak usia dini.

Dari para guru, saya mendapatkan penjelasan bahwa semua buku
pegangan yang diwajibkan atau disarankan oleh Departemen Pendidikan
Indonesia mengajarkan seperti itu. Karena itu, tidaklah mungkin bagi

para guru untuk melakukan koreksi selama Dep. Pendidikan belum
merubah atau memberi-kan petunjuk resmi.

TANGGUNG JAWAB SIAPA ?

Maka, bila terjadi kasus-kasus serupa diatas, Departemen Pendidikan
kita jangan lepas tangan. Tunjukkanlah kepada masyarakat kita
terutama kepada para guru yang mengajarkan kesalahan ini, salah satu

alasannya agar tidak menjadi beban psikologis bagi mereka ;

"acuan sistem timbang legal yang mana yang pernah diakui /
diberlakukan secara internasional , yang menyatakan bahwa :

1 ons adalah 100 gram, 1 pound adalah 500 gram."?

Kalau Dep. Pendidikan tidak bisa menunjukkan acuannya, mengapa hal
ini diajarkan secara resmi di sekolah sampai sekarang ?

Pernahkan Dep. Pendidikan menelusuri, dinegara mana saja selain
Indonesia berlaku konversi 1 ons = 100 gram dan 1 pound = 500 gram ?

Patut dipertanyakan pula, bagaimana tanggung jawab para penerbit
buku pegangan sekolah yang melestarikan kesalahan ini ?

Kalau Dep. Pendidikan mau mempertahankan satuan ons yang keliru ini,

sementara pemerintah sendiri melalui Direktorat Metrologi melarang
pemakaian satuan "ons" dalam transaksi legal, maka konsekwensinya
ialah harus dibuat sistem baru timbangan Indonesia (versi
Depdiknas). Sistem baru inipun harus diakui lebih dulu oleh dunia
internasional sebelum diajarkan kepada anak-anak. Perlukah adanya
sistem timbangan Indonesia yang konversinya adalah 1 ons (Depdiknas)

= 100 gram dan 1 pound
(Depdiknas) = 500 gram. ? Bagaimana "Ons dan Pound (Depdiknas)" ini
dimasukkan dalam sistem metrik yang sudah baku diseluruh dunia ?
Siapa
yang mau pakai ?.

HENTIKAN SEGERA KESALAHAN INI.

Contoh kasus diatas hanyalah satu diantara sekian banyak problema
yang merupakan akibat atau korban kesalahan pendidikan. Saya yakin
masih banyak kasus-kasus senada yang terjadi, tetapi tidak kita
dengar. Salah satu contoh kecil ialah, banyak sekali ibu-ibu yang
mempraktekkan resep kue dari buku luar negeri tidak berhasil tanpa
diketahui dimana kesalahannya.

Karena ini kesalahan pendidikan, masalah ini sebenarnya merupakan
masalah nasional pendidikan kita yang mau tidak mau harus segera
dihentikan.

Departemen Pendidikan tidak perlu malu dan basa-basi diplomatis
mengenai hal ini. Mari kita pikirkan dampaknya bagi masa depan
anak-anak Indonesia. Berikan teladan kepada bangsa ini untuk tidak
malu memperbaiki kesalahan.

Sekalipun hanya untuk pelajaran di sekolah, dalam hal
Takar-Timbang-Ukur, Dep. Pendidikan tidak memiliki supremasi
sedikitpun terhadap Direktorat Metrologi sebagai lembaga yang paling

berwenang di Indonesia. Mari kita ikuti satu acuan saja, yaitu
Direktorat Metrologi.

Era Globalisasi tidak mungkin kita hindari, dan karena itu anak-anak

kita harus dipersiapkan dengan benar. Benar dalam arti landasannya,
prosesnya, materinya maupun arah pendidikannya. Mengejar
ketertinggalan dalam hal kualitas SDM negara tetangga saja sudah
merupakan upaya yang sangat berat. Janganlah malah diperberat dengan

pelajaran sampah yang justru bakal menyesatkan. Didiklah anak-anak
kita untuk mengenal dan mengikuti aturan dan standar yang berlaku
SAH dan DIAKUI secara internasional, bukan hanya yang rekayasa lokal

saja. Jangan ada lagi korban akibat pendidikan yang salah. Kita
lihat yang nyata saja, berapa banyak TKI diluar negeri yang berarti
harus mengikuti acuan yang berlaku secara internasional.

Anak-anak kita memiliki HAK untuk mendapatkan pendidikan yang benar
sebagai upaya mempersiapkan diri menyongsong masa depannya yang akan

penuh dengan tantangan berat.

ACUAN MANA YANG BENAR ?

Banyak sekali literatur, khususnya yang dipakai dalam dunia tehnik,
dan juga ensiklopedi ternama seperti Britannica, Oxford, dll. (maaf,

ini bukan
promosi) menyajikan tabel-tabel konversi yang tidak perlu diragukan
lagi.

Selain pada buku literatur, tabel-tabel konversi semacam itu dapat
dijumpai dengan mudah di-dalam buku harian / diaryenda yang
biasanya diberikan oleh toko atau produsen suatu produk sebagai
sarana promosi.

Salah satu konversi untuk satuan berat yang umum dipakai SAH secara
internasional adalah sistem avoirdupois / avdp. (baca : averdupoiz).
Code:
        1 ounce/ons/onza
       =
       28,35  gram   (bukan 100 g.)

        1 pound
       =
       453    gram    (bukan 500 g.)

        1 pound
       =
       16    ounce     (bukan 5 ons)
Bayangkan saja, bagaimana jadinya kalau seorang apoteker meracik
resep obat yang seharusnya hanya diberi 28 gram, namun diberi 100
gram. Apakah kesalahan semacam ini bisa di kategorikan sebagai
malapraktek ? Pelajarannya memang begitu, kalau murid tidak
mengerti, dihukum !!! Jadi, kalau malapraktik, logikanya adalah
tanggung jawab yang mengajarkan. (ini hanya gambaran / ilustrasi
salah satu akibat yang bisa ditimbulkan, bukan kejadian sebenarnya,
tetapi dalam bidang lain banyak sekali terjadi)
__________________
Kebebasan bukanlah sesuatu yang menguntungkan jika tidak memberikan kebebasan untuk melakukan kesalahan (Mahatma Gandhi)
http://www.izzanabila.com
http://blog.intersat.net.id
Digg this Post!Add Post to del.icio.usBookmark Post in TechnoratiFurl this Post!
Reply With Quote
Sponsored Links

  #2 (permalink)  
Old 04-27-2005, 06:52 PM
jkoen's Avatar
Senior Member
In The Way To MasterIn The Way To Master
 
Join Date: Apr 2003
Location: djogjakarta - bandung
Posts: 117
mas aan, ini beneran??
emm, klo gitu apa sebabnya kok bisa melenceng segitu jauh?
jangan jangan memang beda, beda gimana ?
ons ada sendiri dan ounce ada sendiri.

memang sih bener kalau di SI, standar masa pada skalar gram.

soal pon, yang 4.. grm jadi (disalah kaprahkan) 5...gram
mungkin gini mas, kita terbiasa pake kg dan pembulatannya 453 gram jadi 0,453kg, menurut sistem angka penting, pembulatan jadi 0,5 kg. dan sudah terbiasa sampai kita lupa yang asli (0,453). jadi ketika 0,5 itu dikembalikan, jadinya 500gram.
mungkin lho. seperti kita sudah lupa berapa nilai utuh phi, (3,14) atau nilai utuh avogrado yang dari dulu sudah dibulatkan 22,4 liter.
__________________
Adalah kata kata yang memberi bentuk akan apa yang masuk dan keluar dari pribadi kita.
Adalah kata kata yang sanggup mengikat dua jiwa dengan cinta
Adalah kata kata yang mampu meretakkan dunia
Karena kata adalah senjata.
Digg this Post!Add Post to del.icio.usBookmark Post in TechnoratiFurl this Post!
Reply With Quote
  #3 (permalink)  
Old 04-28-2005, 05:36 PM
aan's Avatar
aan aan is offline
Senior Member
-: Master :--: Master :-
 
Join Date: May 2002
Location: Jl. Tentara Rakyat Mataram, Badran Yogyakarta
Posts: 870
Send a message via ICQ to aan Send a message via Yahoo to aan
ini ada beberapa komentar yang bagus..

*RANGKUMAN SARAN-SARAN, KRITIK DAN KOMENTAR*

*1. *Banyak orang berpendapat bahwa ONS kita ini tidak ada kaitannya sama
sekali dengan OUNCE.

* *

a. Kalau kita baca kamus-kamus Inggris-Indonesia dan sebaliknya, jelas bahwa
terjemahan "ounce adalah ons" dan "pound adalah pon" begitu pula sebaliknya
dari Indonesia-Inggris. Bahkan ada beberapa kamus yang menterjemahkan "ounce
menjadi ons, berat 100 gram." Tetapi ada juga yang menterjemahkan "ons, 28,3
gram".

*Nara** sumber : Jumlah : 2 orang *

*Profesi : Guru dan Dosen Bahasa Inggris. *

b. Beberapa guru berpendapat bahwa kata "ons" jelas bukan asli bahasa
Indonesia, karena bahasa Indonesia hanya mengenal 2 konsonan rangkap, yaitu
"ng" dan "ny". Tidak ada konsonan rangkap "ns". Contoh : "Helm" kalau di
Indonesiakan menjadi "helem". Kalau "ons" tidak bisa dijadikan "ones"
tentu karena menyangkut suatu acuan yang harus dilafalkan secara benar,
sama seperti "gram" yang tidak boleh ditulis menjadi "geram".

*Nara** sumber : Jumlah : 2 orang *

*Profesi : Guru Bahasa **Indonesia**.*

c. Beberapa orang lanjut usia yang cukup terpelajar membenarkan bahwa "ons
dan pound" itu bawaan Belanda, bukan asli Indonesia, karena sudah dipakai
sebelum Indonesia merdeka dan diajarkan juga disekolah HIS maupun HCS *(masih
jaman penjajahan)*.

Beberapa diantara mereka ingat bahwa acuan konversi yang diterapkan di
Indonesia tidak sama dengan yang diterapkan di Belanda.

*Nara** sumber : Jumlah : 7 orang. Usia : 77 s/d. 87 tahun. *

*Pendidikan terendah : HCS / HIS. *

*Pendidikan tertinggi : Sarjana*

*Profesi terakhir : Guru, Kontraktor, Dokter, Pendeta, PN.*

*2.* Acuan internasional yang menyatakan 1 ons = 100 gram , 1 pound = 500
gram jelas-jelas tidak pernah ada.

Bahkan Acuan nasional (kalaupun ada dulu-dulunya) tidak bisa / tidak boleh
dipergunakan lagi semenjak diundangkannya UU no.2 tahun 1981 tentang
Metrologi Legal, yang mencabut dan membatalkan Ijkordonnantie
1.049 Staatsblad nomor 175.

*Nara** sumber : Jumlah : 1 orang.*

* Profesi : tidak dikenal.*

*3.* Penerbit tidak seharusnya dimintai pertanggung-jawaban karena semua
materi kurikulum yang harus dibukukan telah mendapat persetujuan terlebih
dulu dari Dep. Pendidikan.

*Nara** sumber : Jumlah : 1 orang.*

* Profesi : Pengusaha.*

* *

* *

*4.* Tidak perlu memperlebar masalah / mendramatisir dengan timbangan versi
depdiknas dan sebagainya. Yang penting bagaimana kesalahan ini bisa segera
diakhiri.

*Nara** Sumber : Jumlah : 1 orang.*

* Profesi : tidak dikenal.*

*5.* Terkejut dan syok berat tapi Setuju bahwa kita harus menghentikan
kebiasaan salah selama ini dan membiasakan diri menggunakan Sistem
Internasional yang berlaku. Perlu pengumuman resmi dari pemerintah dan
penyuluhan masyarakat melalui instansi yang berwenang.

*Nara** sumber : Jumlah : lebih dari 100 orang.*

* Profesi : Guru, Dosen, Karyawan, Mahasiswa, Dokter.*

*6.* Para guru tidak bisa dipersalahkan karena mereka hanya melaksanakan
apa yang telah menjadi kebijakan nasional pendidikan yang dikeluarkan oleh
Dep. Pendidikan.

*Nara** sumber : Jumlah 14 orang.*

* Profesi : Guru, Ibu Rmh.Tangga, Karyawan. *

* *

*7.* Di dalam Dep. Pendidikan ada bagian yang khusus melakukan Penelitian,
Pengkajian dan Pengembangan. Kalau ini benar-benar suatu kesalahan, .. .*(hanya
geleng-geleng kepala)*

*Nara** sumber : Jumlah : 1 orang*

* Profesi : Dosen.*

*8.* Bukankah semua pegawai Dir. Metrologi memiliki anak yang juga sekolah
di Indonesia ? Mengapa diam saja ?

*Nara** sumber : Jumlah : 1 orang.*

* Profesi : Kep. Sekolah*

...
__________________
Kebebasan bukanlah sesuatu yang menguntungkan jika tidak memberikan kebebasan untuk melakukan kesalahan (Mahatma Gandhi)
http://www.izzanabila.com
http://blog.intersat.net.id
Digg this Post!Add Post to del.icio.usBookmark Post in TechnoratiFurl this Post!
Reply With Quote
  #4 (permalink)  
Old 04-28-2005, 05:45 PM
jkoen's Avatar
Senior Member
In The Way To MasterIn The Way To Master
 
Join Date: Apr 2003
Location: djogjakarta - bandung
Posts: 117
terus terang ini tulisan sempat semalam mengusik saya...
ini saya mau nambahi,
tentunya dengan tidak mengurangi rasa hormat mas aan.

begini mas aan, saya coba liat KBBI, disana ada ONS, bener disana 1 ons = 100 gram. trus saya liat lagi di sampingnya, ada tulisan itu noun dari belanda.
nah tau gitu, saya bongkar kamus belanda

maaf nek sudah tuo, judulnya "koenen-ensepols verklarend handwoordenboek der nederlandse taal", saya liat ONS, ada, di kamus belanda itu bilang kalau memang 1 ONS itu 100 kg. nah tu...
belum selesai, di smpingnya ada tulisan klo itu serapan dari bahasa latin.
(saya jadi ingat rekan seminari saya, klo semua bahasa itu asalnya dari bahasa latin),
nah saya terus buka kamus bahasa latin...

ONS itu bahasa latin'nya UNCIA, UNCIA itu di kamus tersebut artinya 26,5 gram.
(nah beda kan dari oxford, wbster, dll yang mnyebutkan 28,.... gram)

saya mikir sebentar, trus keluar gini:
mungkin....
mungkin yang internasional itu ambil langsung dari LATIN, dan yang indonesia, itu menyerap kata dari BELANDA. alasannya bukankah kita dijajah belanda dan kuhp pun asalnya dari belanda?

begitu, ah sekarang terserah, tapi saya aga heran, kok timbangan pake ounce yah? apalagi di pabrik gede, bukankah yang baku tu "S"I atau "cgs" yang skalar massa nya pake gram.

mohon tanggapan mas aan.
__________________
Adalah kata kata yang memberi bentuk akan apa yang masuk dan keluar dari pribadi kita.
Adalah kata kata yang sanggup mengikat dua jiwa dengan cinta
Adalah kata kata yang mampu meretakkan dunia
Karena kata adalah senjata.
Digg this Post!Add Post to del.icio.usBookmark Post in TechnoratiFurl this Post!
Reply With Quote
  #5 (permalink)  
Old 04-28-2005, 06:14 PM
aan's Avatar
aan aan is offline
Senior Member
-: Master :--: Master :-
 
Join Date: May 2002
Location: Jl. Tentara Rakyat Mataram, Badran Yogyakarta
Posts: 870
Send a message via ICQ to aan Send a message via Yahoo to aan
iya,..saya juga coba explore beberapa referensi yang akhirnya memang ada satuan ons yang dimaksud (ons = 100 grams) bukan ounce, tapi once. Asal muasalnya memang dari belanda.

ons

In the Netherlands and Surinam footnote symbol, a unit of mass, = 100 grams.


Once, onche, unche, ons

1 once = 1/16 pond = abt. 31 gram
Also found:
1 once = 1/10 pond
1 once = 1/12 (medical) pond
From 1820: 1 ons = 100 gram
Now officially: 1 hectogram

http://www.sizes.com/units/ons.htm
http://www.zompist.com/dutchcult.html
http://www.rabbel.info/Olddumes.html

Waktu saya ke pasar ternyata juga masih ada yang pake ukuran ons (belanda).
__________________
Kebebasan bukanlah sesuatu yang menguntungkan jika tidak memberikan kebebasan untuk melakukan kesalahan (Mahatma Gandhi)
http://www.izzanabila.com
http://blog.intersat.net.id
Digg this Post!Add Post to del.icio.usBookmark Post in TechnoratiFurl this Post!
Reply With Quote
  #6 (permalink)  
Old 04-28-2005, 06:23 PM
jkoen's Avatar
Senior Member
In The Way To MasterIn The Way To Master
 
Join Date: Apr 2003
Location: djogjakarta - bandung
Posts: 117
mau ralat tulisan saya sendiri, itu yang 100kg, yang bener 100g.
tapi tulisan ini cukup menarik lho...
salut deh
__________________
Adalah kata kata yang memberi bentuk akan apa yang masuk dan keluar dari pribadi kita.
Adalah kata kata yang sanggup mengikat dua jiwa dengan cinta
Adalah kata kata yang mampu meretakkan dunia
Karena kata adalah senjata.
Digg this Post!Add Post to del.icio.usBookmark Post in TechnoratiFurl this Post!
Reply With Quote
Reply


Currently Active Users Viewing This Thread: 1 (0 members and 1 guests)
 
Thread Tools

Posting Rules
You may not post new threads
You may not post replies
You may not post attachments
You may not edit your posts

vB code is On
Smilies are On
[IMG] code is On
HTML code is Off
Trackbacks are On
Pingbacks are On
Refbacks are On

Similar Threads
Thread Thread Starter Forum Replies Last Post
Nikmatilah Kopinya, Bukan Cangkirnya aan Hikmah, Motivation and Inspired Story 0 02-19-2007 02:06 PM
apakah intersat bukan warnet tercepat lgi ??!!! ReDeX Kritik dan Saran 22 07-22-2006 11:32 PM
Hidupku Bukan Hanya Milikku... rio Hikmah, Motivation and Inspired Story 0 09-22-2005 04:12 PM
Perusahaan Asuransi bukan Industri aan Science 'n Art 0 05-09-2005 02:48 PM


All times are GMT +8. The time now is 09:06 PM.


Powered by vBulletin® Version 3.6.7
Copyright ©2000 - 2010, Jelsoft Enterprises Ltd.
SEO by vBSEO 3.3.0
Kampanye Damai Pemilu Indonesia 2009