Intersat Forum  


Go Back   Intersat Forum > Forum Bebas > Science 'n Art
Home Register Members List Calendar Kuis Search Today's Posts Mark Forums Read

Science 'n Art Diskusi paling borink 'N garink sedunia demi mencerdaskan kehidupan bangsa dan ikut melaksanakan ketertiban dunia....

Reply
 
LinkBack Thread Tools
  #1 (permalink)  
Old 11-18-2005, 04:25 PM
aan's Avatar
aan aan is offline
Senior Member
-: Master :--: Master :-
 
Join Date: May 2002
Location: Jl. Tentara Rakyat Mataram, Badran Yogyakarta
Posts: 870
Send a message via ICQ to aan Send a message via Yahoo to aan
Kenapa Kita Harus Kecewa dan Sakit Hati terhadap Pemerintah?

he he he...Membaca tulisan kawan saya di blognya, ternyata mengungkapkan kritik dapat dilakukan dengan cara yang lucu juga ya?

Berikut cuplikannya n silahkan dibaca!

-------------------------------------------------------
Kenapa Kita Harus Kecewa dan Sakit Hati terhadap Pemerintah? (Volume I)

Saya sebetulnya ingin menulis panjang tentang kegoblokan pemerintahan
SBY-JK (khusus untuk JK, kegoblokannya tidak hanya terlihat dari cara
dia menjalankan tugas kepemerintahan, tapi juga dari cara dia mencukur
kumis). Tapi setelah saya pertimbangkan, untuk di blog ini sebaiknya saya menulis secara ringkas dan sederhana saja dalam beberapa bagian. Oke, selamat membaca, terima kasih bila kamu semua setuju dengan pandangan saya dan saya juga berterima kasih bila kamu tidak
setuju.

Saya pikir, bohong besar bila pemerintah menyebutkan kenaikan BBM
adalah untuk mengurangi beban belanja negara atas pengeluaran subsidi BBM dan, menurut pemerintah, subsidi itu pun diterima oleh kalangan yang tak pantas menerima subsidi. Maksudnya, dengan BBM yang disubsidi, orang kaya (baru) pun menikmati BBM dengan harga murah (menurut isi
kantongnya). Subsidi harus dihapus karena Indonesia dengan bodohnya menurut pada aturan yang diterapkan oleh IMF dan WTO dalam menyelenggarakan perekonomian. Dan pemerintah menutupi ketidakberdayaannya melawan WTO dan IMF dengan menyampaikan argumen bodoh tentang penghilangan subsidi. Negara terbebani, kata orang-orang pemerintahan dan juga para ekonom pendukung pasar bebas dan globalisasi. Dana yang dikeluarkan untuk subsidi semestinya bisa dipakai untuk pembangunan infrasutruktur yang lain,
katanya.

Itu artinya secara tidak langsung negara menyalahkan orang miskin yang
harus disubsidi oleh negara sehingga dengan subsidi itu, beban belanja
jadi meningkat. Dungu sekali para pejabat dan para ekonom itu atau
setidaknya, argumen yang digunakan adalah penjelasan bodoh untuk orang
bodoh.

Sebaiknya kalau memang harus menghukum orang miskin atas beban yang
harus diterima oleh pemerintah atas kemiskinan itu, katakan saja begini:
Karena kalian membebani kami, maka kami akan membunuh kalian dengan
peralahan-lahan, karena menurut kapasitas otak kami yang terbatas ini,
kematian adalah jalan terbaik
untuk lepas dari kemiskinan. Pembunuhan
perlahan-lahan itu harus kami lakukan karena kalau kami mengulang beberapa pembantaian masal seperti yang pernah dilakukan pemerintah terdahulu terhadap PKI dan PRRI, maka kami akan diseret ke pengadilan
internasional, kami akan di Sadam Husein-kan, kami akan di Slobodan Milosevic-kan.
Anak-cucu kami tentu malu punya orang tua yang ternyata telah melanggar
HAM. Kami pun akan terancam tidak mendapat kucuran dana dari IMF dan
dari pihak kaya asing lainnya. Makanya, maklumlah, karena memang kalian
miskin, itulah yang harus kalian terima. Tapi setidaknya, sebelum
kalian pada mati semua, kalian bisa meniti karir sebagai sastrawan dan
menceritakan betapa pedihnya kemiskinan itu. Kami janji, akan membantu
menerbitkannya menjadi buku, kami juga akan menyediakan ahli bahasa Inggris agar karya kalian bisa di baca diberbagai penjuru dunia. Semakin banyak yang membaca karya kalian, semakin banyak pulalah uang yang akan kalian terima. Dan siapa tahu kalian dapat penghargaan Nobel atau Book Prieze.
Kalian tidak akan sanggup membayangkan betapa besarnya uang atas penghargaan yang kalian terima itu. Setidaknya bila kalian keburu mati
setelah mendapat penghargaan itu, keturunan kalian tentu saja menjadi ahli warisnya. Tenang saja, kami akan membantu semua prosesnya, dan harap maklum saja bila sebagain kami gerogoti. Anggap saja uang kalian yang kami potong itu adalah bayaran atas ide penulisan yang bermula dari tindakan kami dalam menindas kalian.

Atau bila ingin melakukan penjelasan yang terkesan lebih intelek,
katakanlah seperti ini:
Hai rakyat miskin, apa kabar? Sori ya, kita kudu naikin BBM nih,
soalnya harga minyak mentah di dunia kan pada naek. Lagian kita kan negara yang mendukung globalisasi, jadi kalo kita gak naikin BBM, kita bakal dimarahi oleh Amerika. Kalian mau kita dimarahi Amerika? Enggak kan? Masalahnya gini. Kita ngedukung globalisasi, itu artinya kita membuka pasar kita selebar-lebarnya bagi produk asing. Contohnya begini, dalam globalisasi, SPBU itu gak harus berlogo Pertamina aja. Pihak asing juga boleh dong jualan di negri kita, Kan keren, kalo kita bisa beli bensin di SPBU dengan judul Shell atau apa kek. Nah, kita juga kasian ama Shell kalo kita gak naikin harga BBM. Soalnya Shell kan beli BBM nya berdasarkan harga minyak mentah yang udah naek itu. Jadi karena harga jual mengacu ke harga beli minyak mentah, mereka jadi rugi dong. Soalnya harga BBM di kita bisa murah karena pemerintah ngasih subsidi. Nah agar terjadi
persaingan dagang yang mudah-mudahan sehat wal-afiat, jadi kita harus naikin BBM kita juga, agar bila Shell pengen jualan di sini, mereka gak harus kemahalan sendiri, mereka akan dapet temen pertamina yang harga jual bensin, solar, premix petramax dengan harga yang beda tipis. Kayak gini aje deh, misalnya kalian pengen jualan baju di kaki lima pasar senen. Sepotong lima rebu. Tapi di senen udah ada yang lebih dulu jual baju yang sama, tapi lima rebu malah dapet dua. Kalian jadi rugi dong kalo maksa bisa dagang di sono dan kalian juga gak mungkin nurunin harga karena dapetnya emang segitu. Jadi, biar bisa dagang, kalian kudu kerjasam ama pedagang yang udah ada duluan buat naikin harga. Gitu deh..Kasian kan Shell, jauh-jauh datang malah bangkrut, kita kan harus menghormati tamu. Ya, gak apa-apa juga deh kalo harga diri kita anjlok, tapi yang penting tamu kan harus senang.

Oke ya rakyat miskin ya..sori ni ya… sori kalo kalian kewalahan
nyekolahin anak, soalnya kalian miskin, gak usah pinter-pinter deh, toh
nanti juga mati karena kalian pasti gak sanggup makan bergizi, berobat.
Lagian sekolah kan gak bikin orang pinter, malah bikin orang bisa manut
ama tuntutan globalisasi. Gak usah repot demo-demoan segala, percuma
deh, kita udah budek ama yang begituan. Lagian demo itu kan panas-panasan atau hujan-hujanan. Kulit dan rambut kalian yang udah jelek karena gak sanggup membeli kosmetik jadi makin jelek, dong. Sori juga udah bikin kalian repot buat ngantri biar bisa dapat dana kompensasi. Ya, sebagai rakyat, kalian harus nrimo dong ama nasib. Kalau kalian nrimo kami kan gak usah repot ngakalin gimana caranya biar BBM gak naek. Ada yang ngusulin kenapa gak nyari uang buat
pengganti subsidi BBM dari pajak kendaraan mewah. Oke juga tuh gagasan. Tapi kalian kan tahu, kalo kita ninggiin pajak, itu akan berbahaya bagi investasi asing dan dunia usaha.
Maksudnya berbahaya bagi orang-orang yang dari dulunya udah kaya. Lagian kasian Toyota, Ford, General Motors, BMW, Mercedez, Honda dan laen-laen kalo pajak kendaraan mewah kita naikin. Dagangan mereka gak bakal laku dong, dan Toyota, Ford, BMW dan laen-laen itu bakal ngadu ke WTO bahwa kami, kite nih maksudnya, menghambat perdagangan bebas dengan mempersulit penjualan dagangan mereka. Nah kalo kita dimarahi ama WTO, berabe deh.
Susah njelasinnya, maksudnya susah ngejelasin ke kalian karena kami gak
bisa ngejelasinnya. Lagian kan gak keren kalo di jalan raya kita gak
ada mobil keren. Coba pikirin, enak mana ngeliatin Honda Civic Wonder
terseok-seok dibanding ngeliatin Jaguar, Lexus, BMW tipe Z
yang dua pintu itu. Lagian mobil murahan ato mobil bekas tahun 80-an kan katanya gak ramah lingkungan. Bisa ngeliatin mobil-mobil keren itu aja udah lebih dari cukup kok bagi kalian. Kami juga kasihan ama anak-anak kami yang udah sekolah di luar sono trus jadi tengsin ama temen-temennya di sono karena di negrinya gak ada mobil mewah. Gila kan, mana negara kita udah sering diketawain ma orang-orang, di tambah lagi dengan rasa minder anak kami sebagai orang Indonesia. Trus biar tahu aja nih, make
barang-barang produk Cartier, Arrow, Yves Saint Laurent, Piere Cardin, banyak deh yang lain, kalian gak bisa ngebayangin deh, itu enak banget. Udah keren, kalo nongkrong di restoran juga gak malu-maluin. Masak ke restoran pake minyak nyong-nyong. Ato kalo keringatan masak ngelap muka pake slampe kotak-kotak item putih yang banyak digelar di pinggir jalan. Minimal Drakkar lah. Udah deh rakyat miskin ya…tengkyu ya pemilu kemaren udah milih
kami. Ntar kalo pemilu lagi, pilih kami lagi ya..

(2 November 2005)



Kenapa Kita Harus Kecewa dan Sakit Hati terhadap Pemerintah? (Volume II)

Dulu, jaman Pak Harto masih jadi presiden, orang-orang pada takut buat
ngomongin hal-hal yang menurut mereka mengganggu. Dulu sering banget
pertunjukan teater dibatalin karena isi pertunjukan katanya, dapat
menganggu ketentraman masyarakat dan dapat menghasut kebencian pada pihak lain. Nah, hal itu katanya, dapat menganggu stabilitas
dan kesatuan bangsa Indonesia. Banyak juga karya-karya tulis, entah itu sastra, kajian sejarah, ekonomi, sosial dan budaya yang dilarang terbit dan beredar karena dianggap subversif dan bertentangan dengan budaya Timur. Tai kucing!
Apa itu budaya Timur? Yang gue tahu, budaya Timur adalah budaya yang
dipelihara oleh para laki-laki agar bisa punya banyak istri, budaya yang dipelihari oleh para bapak-bapak agar dihormati oleh banyak orang,
budayanya kaum hipokrit, muna, untuk mendustai diri.

Sekarang, meski katanya udah jaman reformasi, gue tetap aja merasa
terancam dengan apa yang gue tulis ini karena, dengan kepicikan dan
kedunguan pemerintah, gue bisa ditangkap karena dituduh menghasut kebencian terhadap pemerintah yang sah: Pemeritah yang diakui oleh Amerika dan
Inggris karena patuh pada fatwa-fatwa mereka tentang liberalisasi ekonomi.
Liberalisasi ekonomi itu berarti, negara kita yang daya produksi dan
daya beli lemah, harus terbuka bagi pedagang-pedagang luar negri buat
jualan di sini. Trus liberalisasi itu dilindungi oleh semacam filsafat
politik yang dinamai Globalisasi karena para penganjurnya takut bila
menamai filsafat politik itu dengan Imperialisme. Lalu sekarang, karena
globalisasi itu pula, pemerintah menaikkan harga BBM, memangkas subsidi dan membiarkan para pedagang, yang dinamai dengan investor, untuk julan dan ngeruk habis sumber daya kita seperti minyak, gas, kandungan rimba raya termasuk intelektualitas lokal. BBM harus dinaikkan sebab kalo ada
pedagang minyak dari negri lain mau jualan disini (dan itu pasti ada,
terbukti dengan
dibukanya SPBU Shell -- perusahaan patungan Inggris dan
Belanda di Lippo Karawaci, lihat Kompas 2 November 2005 hal. 17), harga
minyak mereka akan tinggi bila harga minyak Pertamina (yang penuh oleh
maling -- bahasa halusnya; koruptor -- itu) gak dinaikin. Mengeruk
intelektualitas lokal misalnya begini: sebutlah seorang pedagang kain dari Spanyol, tertarik dengan batik pekalongan. Trus agar dia gak punya banyak saingan, batik pekalongan yang kemudian juga dia bikin dan dia jual, dipatenkan sehingga nanti kalo orang mau jual batik Pekalongan juga harus bayar royalti dan minta ijin ke mereka. Padahal yang jelas-jelas memiliki kemampuan itu kan orang Pekalongan! Hal itu dilindungi oleh perangkat sah globalisasi yang dibuat oleh WTO dan IMF dan tololnya, pemerintah Indonesia meratifikasi aturan-aturan geblek itu. Trus pemerintah mengangguk ama perintah IMF karena katanya, dengan meratifikasi
aturan-aturan itu, investasi asing akan masuk ke Indonesia. Dana pembangunan akan dapat diperoleh dari investasi itu. Tapi kalo kita mau liat lebih teliti lagi, kenyataannya gak seperti itu. Investasi asing itu justru bentuk lain dari ekspolitasi habis-habisan terhadap manusia. Toyota atau BMW, misalnya, berinvestasi di Indonesia dengan membuka pabrik perakitan mobil karena emang, buruh di Indonesia bayarnya murah. Beda kalo mereka buka pabrik di Jerman, Jepang, Singapura, produk mereka jadi semakin mahal karena mereka juga harus bayar buruh yang tinggi. Lalu karena adanya produk-produk asing itu, belanja iklan semakin meningkat, Teve-teve dibanjiri oleh iklan produk yang seolah-olah bikinan Indonesia seperti produk pemutih kulit, pelurus rambut, sepatu ampe kondom. Teve, koran, majalah beruntung karena ada yang masang iklan, tapi masyarakat calon pembeli tertindas angan-angannya karena setiap saat diteror terus ama iklan tersebut sehingga kemudian gak ada lagi prioritas untuk
membelanjakan uang
yang pas-pasan itu karena udah tersedot oleh produk yang sedang
diiklankan. Teve, koran, Majalah dan media lainnya gak berani, gak berani, gak berani, gak berani, mengecam dan mengkritik kebijakan dan pergerakan globalisasi karena takut gak bakal ada yang masang iklan.

Globalisasi emang ada untungnya juga. Dari segi teknologi komunikasi,
gue bisa ngobrol dengan orang dari mana aja di chat room dengan biaya
murah. Gue bisa ngirim lamaran untuk pascasarjana dibidang kajian budaya di universitas-universitas di Inggris tanpa harus mengirimnya dalam bentu cetak melalui kantor pos (meski ampe sekarang, ajuan beasiswanya belon tembus-tembus juga hehehe..). Gue bisa baca National Geographic edisi internasional atau edisi Indonesia tiap bulan. Gue bisa, kalo uang cukup, beli minyak
wangi Hogo Boss, Kenzo, bisa beli bingkai kacamata bermerk lacoste yang udah setahun ini nangkring di wajah, bisa beli baju Piere Cardin, Yves Saint Laurent, Geuss!Versace, celana jins Levistrauss, Wrangler yang nyaman di badan, atau apa aja tanpa harus menunggu bertahun-tahun sampai produknya ada di Sogo Mal Kelapa Gading atau di Plaza Senayan. Globalisasi juga yang membuat gue bisa membaca, dan lagi-lagi kalo uang cukup, dan membeli buku-buku bagus berbahasa Inggris di QB, Aksara, Periplus, atau mencicipi masakan italia yang citra rasanya udah diamerikakan (dan sebetulnya gak seenak masakan aslinya dan gak ..˜Astaga Benget.. -- ini istilah seorang teman untuk menyatakan betapa enaknya sebuah makanan) di Pizza Hut. Globalisasi juga yang membuat gue bisa membaca banyak sumber tentang perkembangan film di Inggris, Perancis,Belgia di internet untuk menutupi rasa muak gue pada noraknya film-film Amerika yang selalu majang di bioskop. Globalisasi juga yang
membuat gue bisa mengalihkan perhatian dari tololnya program-program teve dengan menyibukkan diri membaca keadaan orang di Zimbabwe, Mali, Uzbekhistan..di internet..Dan, globalisasi juga yang membuat gue bisa ngomel-ngomel tentang globalisasi di Blog ini.

Terakhir, globalisasi juga yang membuat kita harus menumbuhkan dan
merawat kemarahan pada pemerintah yang dengan jumawa menaikkan harga BBM tanpa pernah mampu menghitung berapa juta perut yang selalu lapar di negeri ini. Masih wangikah Hugo Boss yang kerap gue pake bila pengen
sedikit perlente ketika seseorang mati waktu ngantri untuk mendapatkan uang kompensasi kenaikan BBM yang jumlahnya gak sebanding dengan harga
kemeja-kemeja Piere Cardin yang akan gue pake bila gue pengen terlihat mewah?
Wah gak tahu tuh, yang jelas, ada banyak tubuh
tanpa dibungkus Piere
Cardin dan tidak disemerbaki oleh Hugo Boss yang sedang meregang nyawa
karena lapar, akan ada yang mati sambil menahan lapar. Ada yang tidak
tahu lagi apa itu kenyang. Sehingga atas globalisasi yang mengakibatkan
banyak kemiskinan, membuat Bob Geldof menggelar konser musik luar biasa
tempo hari yang berisi protes untuk negara-negara G-8.

Bacaan yang menarik untuk menumbuhkan dan menguatkan kemarahan dan
kekecewaan pada pemerintah:
Culture and Imperialism, Edward W. Said
Orientalism, Edward W. Said
Star Gazing: Hollywood Cinema and Female Specatorship, Jackie Stacey
Consumer Culture, Celia Lury
White Mythologies,
Robert Young
Reading Capital, Louis Althusser
Simulation, Jean Badrillard
The Gulf War did not Take Place, Jean Baudrillard
Power and Knowledge, Michel Foucault
Culture, Media, Language, Stuart Hall
Imperialism: The Permanent State of Capitalism, Herb Addo
Modernity at Large: Cultural Dimensions of Globalization, Ajun
Appadurai
House of Spirit, Isabel Allende


Olsyvinoliarnof-calon pemberontak yang takut banget ama tentara dan
bedilnya
(4 November 2005)

Kenapa Kita
Harus Kecewa dan Sakit Hati terhadap Pemerintah? (Volume
III)

Di harian Kompas, halaman 4, hari Rabu, 9 November 2005 dalam kolom
Kilas Politik dan Hukum, disebutkan bahwa Presiden Bank Dunia, Paul
Wolfowitz yang pernah jadi Duta Besar Amerika untuk Indonesia, mengucapkan selamat kepada Presiden Susilo Bambanga Yudhoyno atas setahun masa kepresidenannya. Kejadian itu dituturkan oleh Juru Bicara Presiden, Dino Patti Djalal, bahwa si Paul Wolfowitz ini menelpon langsung ke kediaman Presiden di Cikeas Bogor. Tidak disebutkan lebih rinci pembicaraan melalui telepon itu. Tapi karena si Paul yang menjabat Presiden Bank Dunia, yang wakil Amerika di Bank Dunia, yang pernah menjadi Dubes Amerika di Indonesia ini, yang menjadi kepala salah satu agen resmi globalisasi dan liberalisasi ekonomi di muka bumi, kita bisa
memperkirakan pembicaraan mereka berdua. Inilah kira-kira isi pembicaraannya:

“Hallo, saya bisa bicara dengan Pak Presiden?” Tanya Paul dengan
bahasa Indonesia yang cukup lancar karena pernah tinggal lama di Jakarta.”Oh, bisa, sebentar, ini dari siapa ya?”, Balas Pembantu Rumah
Tangga Kepresidenan. “Saya Paul Wolfowitz, yang baru beberapa bulan ini menjadi Presiden Bank Dunia. Masak gak kenal sih?”
“Oh ya Pak Paul, baik, tunggu sebentar, akan saya sambungkan langsung
ke kamar beliau.” Pembantu Rumah Tangga Kepresidenan menyambungkan
telpon itu ke kamar presiden dengan memberi pengantar:
“Maaf, Pak Presiden, ini ada sambungan internasional dari Presiden
Bank Dunia.”
“Oh, Oke, tolong sambungkan langsung
saya dengan beliau.”

“Halo, apa Kabar pak Esbeye? Oh, ya mumpung masih dalam suasana
lebaran, minal aidzin wal faidzin ya…”
“Wah terima kasih pak Paul, Sama-sama, Taqabalallahu minna wa minkum
(entah apa artinya, tapi kalimat berbahasa Arab ini saya kutip
berdasarkan beberapa SMS dari teman yang ngucapin lebaran ke saya), Gimana nih, enak tidak jadi Presiden Bank Dunia?”
“Oh, enak deh, pokoknya, tapi ini, Saya mau mengucapkan selamat atas
satu tahun masa kepresidenan Anda di Indonesia. Sungguh, sebuah pola
kepemimpinan yang luar biasa.”
“Wah, Pak Paul bisa aja. Nyindir nih?”
“Sungguh, ini ucapan dari lubuk hati yang paling dalam sebagai seorang pejabat tinggi Bang Dunia, terutama
atas keputusan jenial Anda dalam
menaikkan harga BBM.”
“Sebetulnya ini keputusan yang berat sekali, Pak Paul. Saya takut jabatan saya singkat seperti yang dialami Gus Dur tempo hari.”
“Wah, tenang sajalah Pak Esbeye. Anda tidak akan senasib seperti Gus
Dur. Masa jabatan Anda tidak sesingkat Gus Dur. Soalnya Gus Dur itu
udah nyebelin banget sih. Ngeyel terus ama kemauan IMF dan Amerika. Begitu juga mentri-mentrinya dalam jajaran perekonomian, narik garis
permusuhan dengan IMF. Anda tahu sendirikan karena waktu itu jadi Menkopolkam. Udah begitu, mantan Gubernur Bank Indonesia yang udah membuka jalan bagi lancarnya globalisasi dan liberalisasi ekonomi di Indonesia, ama di malah diperkarakan. Trus pake main segala ama Khadafi dan Fidel Castro, dan berencana membuat pakta pertahanan dengan Cina dan India tanpa melibatkan Australia dan Amerika.
Padahal Australia itu piaraan eh, wakil resmi Amerika di Asia Pasifik, ya tentu saja itu membahayakan politik luar negeri Amerika, jadi dia harus kita lengserkan dengan berbagai macam fitnah. Trus, gara-gara Gus Dur juga hubungan etnis-etnis mayoritas di Indonesia dengan etnis Cina mulai mesra. Nah, kemesraan itu berbahaya bagi Amerika. Soalnya jaringan internasional bisinis etnis Cina kan luas, nah kalo digabung dengan etnis lain, bisa berabe tuh perusahan-perusahaan Amerika. Untung, Amin Rais dan Megawati gampang kami pengaruhi, sehingga mudah bagi kami untuk menggeser Gus Dur.”
“Wah, berarti ada jaminan dari Bank Dunia, Pemerintah Amerika dan IMF
bahwa saya dan jabatan saya tidak akan terganggu?”
“Jaminan sih tidak ada Pak Esbeye. Tapi gampang kok, Anda kan sudah
dapat legitimasi politik dalam negeri setelah memangkan Pemilu Presiden
meski KPU di negri Anda ini
parah sekali, Itu mah perkara sepele, asal
Anda manut ama kemauan WTO dan IMF, pasti aman deh, dan Bank Dunia akan
membantu Anda secara finansial. Lagian kami kan punya banyak mesin
kebenaran yang mampu membuat informasi jadi benar dan masuk akal, meski
informasi itu bo’ong. Tau kan Anda, kalo citra Gus Dur rusak karena media massa, nah kami menguasai media massa. Dari media massa itulah berita tentang Gus Dur tersebar luas. Dari media massa juga kami bisa
menciptakan amarah yang seolah-olah keluar dari aspirasi rakyat. Padahal itu kan aspirasinya Freeport dan segala macem agar bisa menguasai sumber daya alam di negeri Anda sehingga kemudian Gus Dur jatuh dan digantikan oleh Mbak Mega.”
“Aduh, saya jadi sungkan sekali sama Pak Paul nih, jadi tidak tahu
bagaimana cara membalas budi baik Bapak.”
“Tenang saja Pak Esbeye, Anda tidak perlu sungkan selagi Anda masih
patuh. Oh ya, nanti kan bakal ada pertemuan APEC di Korea Selatan, nah
Anda bisa bertemu dengan Presiden Bush, bicarakanlah soal embargo
senjata agar persenjataan TNI kuat kembali seperti pada tahun 80-an. Kalo persenjataan TNI kuat, demonstrasi, isu terorisme kan jadi gampang
diatasi. Percayalah, media massa kami akan membantu Anda. Lagian LSM di
Indonesia sekarang gak segalak waktu awal-awal reformasi. Sekarang cetek pak Esbeye, mereka udah pada jinak kok.”
“Tapi kan Presiden Bush rada-rada bego gitu Pak Paul, apa dia ngerti
apa yang akan saya bicarakan dengan dia?”
“Ya, betul juga sih. Tapi si Bush itu udah berhasil di kendalikan
oleh jajaran pengusaha kelas wahid Amerika, jadi dia akan mengerti
maksud Anda, atau kalo pun tidak mengerti, para penasehat politiknya akan berjuang mati-matian untuk membuatnya mengerti.Tapi itu, kematian dua warga amerika di Timika kudu Anda beresin dulu. Soal pribumi yang tewas ketembak ato tewas karena laper sih bukan soal.”
“Oke deh Pak Paul, terima kasih atas ucapan dan dukungannya.”
“Ya, sama-sama, salam ya sama Pak Jeka, oya, bilangin tuh, mbok ya
kumisnya dicukur, kan rada geli liat kumis model begituan, juga salam Pak Bakrie, stetement-nya di media massa emang nyakitin orang miskin, masak antre beli minyak tanah disamain dengan antre beli karcis bioskop, masak orang ngerasa kemahalan beli gas disuruh ganti minyak tanah, tapi itu no problem kok. Salam juga sama anak dan menantu Anda yang baru saja pengantenan. Aduh, itu acara resepsi pernikahannya mewah sekali. Lumayan loh, buat menaikkan citra Indonesia di mata pengusaha dunia. Teruslah berjuang Pak Esbeye, bersama
kita bi(na)sa!”

Pak Esbeye bingung lahir batin. Tidak menyangka bahwa jabatan Presiden
sepanas dan senista ini. Dalam hati ada penyesalan yang mendalam setelah mengadali dan menggombali banyak konstituennya yang udah rela milih waktu Pemilu lalu, tapi sudah kepalang, tengsin kan, masak tentara mundur.

olsyvinoliarnof-calonpemberontakyangtakutditangkap
(9 November 2005)



Kenapa Kita Harus Kecewa dan Sakit Hati terhadap Pemerintah? (Volume
IV)

Sumpah! Demi Tuhan, kalo dia tidak keberatan saya libatkan, sebetulnya
saya rada ketar ketir juga setelah memajang tiga rangkaian tulisan
tentang kenaikan BBM ini. Saya takut nanti, ratusan intel akan memata-matai saya. Teman-teman saya di Friendster bakal ditanya macem-macem.
Soalnya, meski Pak Harto udah gak jadi presiden lagi, tetap aja intel itu intel. Intel itu mata-mata negara, bukan singatan dari indomie telor yang digemari oleh mahasiswa yang suka ngerasa dirinya sebagai agen perubahan, bukan juga prosesor komputer, kalo itu mah intel pentium. Gue juga takut kalo nanti gue diseret ke pengadilan karena dituduh menghina dan mencemarkan nama baik Presiden, Wakil Presiden dan Abrizal Bakrie. Tapi kalo tuduhannya mencemarkan nama baik gue akan bingung, nama baik yang mana? toh mereka udah bikin sengsara banyak orang. Apakah orang
yang bikin banyak sengsara masih punya nama baik? Berabe kan kalo entar gue disidangkan sementara gue gak mampu bayar pengecara terkenal seperti O.C Kaligis atau beberapa pengacara lain yang kerap dipakai dan dibayar untuk membela para tersangka dan terdakwa kasus pencurian, eh korupsi. Udah begitu, gue kan bisa tiba-tiba tenar. Ketenaran inilah yang barangkali tidak akan pernah sanggup gue atasi. Gila aja ngebayangin kalo diri gue masuk teve sambil di uber-uber wartawan. Paling gue cuma bisa cengar-cengir goblok kayak para pesohor diwawancara dengan jawaban, no comment, no comment, waktu mereka bakal bercerai atau digosipkan bakal bercerai di salah satu acara gosip di teve. Gue menyarankan atau malah mengharuskan Pak Presiden mengusut masalah pembunuhan dan pemerkosaan terhadap masyarakat beretnis Cina pada tahun 98, selain itu pemerintah juga harus ngurus sederet pembunuhan kejam pada orang beretnis Cina waktu
peristiwa 65 daripada ngurusin gue.


Lalu, daripada mikirin gue: Kejahatan terhadap hak azasi manusia telah
terlalu banyak terjadi di negri ini, tidak saja kejahatan karena
senantiasa menciptakan jutaan orang miskin yang bahkan untuk makan teratur pun tidak sanggup karena memaksakan liberalisasi ekonomi, ada juga kejahatan yang membuat masyarakat beretnis Cina merasa terancam oleh kebencian yang sengaja ditumbuhkan oleh Pemerintah semenjak zaman kolonial Belanda hingga kini sehingga mereka harus membatasi pergaulan dengan etnis lain agar aman. Sekarang, terima kasih Gus Dur, hubungan etnis-etnis lain dengan etnis Cina tampak lebih baik dari jaman Pak Harto, setidaknya kita udah sering ngeliat orang nanggap barongsai, tapi ketahuilah banyak persoalan mendasar yang tetap ada seperti kasus SMS tolol yang beredar awal bulan November ini yang menganjurkan orang-orang untuk
menyerang masyarakat beretnis Cina. Apakah dosa atau subversif menjadi orang keturunan Cina?

Selanjutnya, tidak ada kebohongan dalam upaya menolak atau mengkritisi
globalisasi dan liberalisasi ekonomi, sebaliknya dalam setiap upaya
memaksakan globalisasi dan liberalisasi ekonomi penuh dengan kekadalan dan akal bulus yang berakhir pada kejahatan yang sangat kejam yang oleh
almarhum Jack the Ripper, penjahat paling sadis dan nyeremen di London tak kepikiran. Bener, Jack the Ripper gak pernah membuat orang mati dalam hitungan ratusan ribu atau ratusan ribu orang terancam mati karena kelaparan dan kurang gizi. Jack the Ripper gak pernah nyamain antre beli minyak tanah dengan antre beli karcis bioskop, gak pernah dengan jumawa nyuruh orang ganti ke minyak tanah kalo udah kagak sanggup beli gas...Jadi, sejahat-jahatnya
Jack the Ripper, gak pernah membuat jutaan orang harus ngaku miskin biar dapat uang kompensasi kenaikan BBM.

Bodo deh, kalo gue dimarahin ama Pak Esbeye atau oleh Pak Jeka dan oleh
para mentri-mentrinya. Sebetulnya kalo gue dimarahi oleh Pak Esbeye
karena tulisan-tulisan gue, masih ada anggota-anggota DPR yang akan
membela gue. Tapi, ah dasar kupret, anggota DPR itu juga gak bisa diandelin kok. Mereka malah sibuk ngurusin tunjangan bulanan dengan barbagai macam argumen yang sebaiknya gak diterima karena tipu semua deh. Masalahnya, kalo mau jadi wakil rakyat, ya harus siap miskin, harus siap menghabiskan banyak uang, atau kalau mau jadi politisi harus punya banyak sumber dana dulu (yang halal tentunya). Jangan malah makin ngerepotin dengan minta tunjangan dinaekin. Alasannya macem-macem, setoran buat partai, biaya ke
daerah, pokoknya bikin pening deh mikirin kelakuan para anggota DPR yang konon terhormat itu.
__________________
Kebebasan bukanlah sesuatu yang menguntungkan jika tidak memberikan kebebasan untuk melakukan kesalahan (Mahatma Gandhi)
http://www.izzanabila.com
http://blog.intersat.net.id
Digg this Post!Add Post to del.icio.usBookmark Post in TechnoratiFurl this Post!
Reply With Quote
Sponsored Links

  #2 (permalink)  
Old 11-19-2005, 01:38 PM
Senior Member
Rest To MasterRest To Master
 
Join Date: Jan 2003
Location: Moscow, 101000, ul.Kuznetskiy bridge, house 22
Posts: 292
Send a message via ICQ to hadibaroto Send a message via Yahoo to hadibaroto
hebat...salut...sepakat!
tolak neolib!
__________________
\"Audi, Vide, Tace\"
Digg this Post!Add Post to del.icio.usBookmark Post in TechnoratiFurl this Post!
Reply With Quote
  #3 (permalink)  
Old 11-19-2005, 09:40 PM
Senior Member
-: Master :--: Master :-
 
Join Date: Nov 2002
Location: yogyakarta
Posts: 890
Send a message via ICQ to Nando Send a message via Yahoo to Nando
Re: Kenapa Kita Harus Kecewa dan Sakit Hati terhadap Pemerin


banyak baneeeer
__________________
? RoSEs are ReD Thë skY is Blüe Sò TheN ... WheN i LaY DOwN on mY BeD i\'LL stArT ThINkinG oF ü ?
Digg this Post!Add Post to del.icio.usBookmark Post in TechnoratiFurl this Post!
Reply With Quote
  #4 (permalink)  
Old 11-22-2005, 12:07 AM
tofikriyadi's Avatar
Senior Member
In The Way To MasterIn The Way To Master
 
Join Date: Sep 2005
Location: Jl.Prof.DR.Soepomo S.H., no 66 janturan YK
Posts: 121
Send a message via Yahoo to tofikriyadi
Re: Kenapa Kita Harus Kecewa dan Sakit Hati terhadap Pemerin

waduh kuliah lagi deh.....?
dah dapet berapa SKS nih.....


hemmm


emang sialan tuh para orang tua pikun.....
gimana kalo kita babat habis aja mereka....
kita ganti secara total generasi tua bobrok mereka dengan
generasi muda yang lebih fress supaya ga ketularan mental tumpul mereka..

huh menyebalkan sekali..?

kita buktikan pada mereka bahwa kita tidak seperti mereka..
kita beda dengan mereka..

bagai mana jika kita REVOLUSI saja saudara.....
__________________
ada nya karena tiada.tiada menjadi ada.ada ga ada tetap ada.
Digg this Post!Add Post to del.icio.usBookmark Post in TechnoratiFurl this Post!
Reply With Quote
  #5 (permalink)  
Old 11-22-2005, 07:46 AM
Senior Member
In The Way To MasterIn The Way To Master
 
Join Date: Apr 2002
Posts: 181
Re: Kenapa Kita Harus Kecewa dan Sakit Hati terhadap Pemerin

emm kalau mau revolusi,
trus menurut mas, negara ini mau dibawa kemana?
dan masalah bbm mau dibuat seperti apa?
Digg this Post!Add Post to del.icio.usBookmark Post in TechnoratiFurl this Post!
Reply With Quote
Reply


Currently Active Users Viewing This Thread: 1 (0 members and 1 guests)
 
Thread Tools

Posting Rules
You may not post new threads
You may not post replies
You may not post attachments
You may not edit your posts

vB code is On
Smilies are On
[IMG] code is On
HTML code is Off
Trackbacks are On
Pingbacks are On
Refbacks are On

Similar Threads
Thread Thread Starter Forum Replies Last Post
HATI-HATI MAIN DI INTERSAT tommy_goh Kritik dan Saran 20 12-05-2009 01:00 AM
Hati-Hati: Penipuan Berkedok Lowongan Pekerjaan aan Internet 0 04-21-2006 01:26 PM
apakah kita semua sakit? bRusan nDaftar Kenalan & Curhat 25 10-31-2005 07:42 PM
hati hati klo chatting... jkoen Internet 2 01-04-2005 03:57 AM
kenapa kita harus tidur malam? pesan_tuhan Science 'n Art 6 08-11-2004 12:24 PM


All times are GMT +8. The time now is 05:48 PM.


Powered by vBulletin® Version 3.6.7
Copyright ©2000 - 2010, Jelsoft Enterprises Ltd.
SEO by vBSEO 3.3.0
Kampanye Damai Pemilu Indonesia 2009