|
Kemanakah lagi kami harus pergi?
Kemanakah lagi kami harus pergi?
aku khawatir ketika tanahku tak lagi bisa kuhuni
menentang jaman dan mengubah keadaan memang sungguh sulit. bukan sekedar menggali, menemukan oase di padang gersang demi sebuah kesegaran. kadang tak semudah itu..
saat itu aku pulang, kulihat kotaku dua bulan yang lalu. yogya, jogjakarta, yogyakarta, jogja, atau apalah terserah kau sebut dia.. yah dia memang sebuah kota tua, walau jujur tak setua batavia. sebuah tugu, seonggok stasiun dan semewah bandara yang kuyakin tak semua orang di kotaku pernah mamasukinya.
pelan tetapi pasti tanah tanah kosong itu mulai terisi dengan bangunan masa kini. sudut berjajar meja dengan hamparan cangkir terisi hitam nikmat tersebut rumah kopi, lampu temaram dan terang berlabel puluhan harga menempel pada kotak segi empat menjulang tergumam "itu adalah mall kawan.. ", indahnya joglo mlati memang telah kalah dengan cassa grande berjuluk hunian mewah.
diterimakah aku di kotaku? mengapa ia menjadi seperi ini?
universitas berlomba dengan putaran detik mendirikan kampusnya. memunculkan sampah bertitel sarjana.
aku beranikan diriku bertanya di tengah kerumunan tak kukenal, "mas, dari mana?? lidahnya terdengar di telingaku dengan kata jakarta dan puluhan lain kota di luar jogja. lalu dimana kawanku?
samar tapi pasti, kami akan melepas kota ini.
aku rasa, kita esok harus siap berubah menjadi orang betawi yang tersingkir di lahannya sendiri.
jogja semakin kejam, bualan uang semakin tajam dan kita harus siap untuk menghilang, pergi perlahan.
entah dalam kenyamanan atau keterpaksaan..
__________________
Adalah kata kata yang memberi bentuk akan apa yang masuk dan keluar dari pribadi kita.
Adalah kata kata yang sanggup mengikat dua jiwa dengan cinta
Adalah kata kata yang mampu meretakkan dunia
Karena kata adalah senjata.
|